News
TNI Bersihkan Lumpur Tebal di SDN 3 Peusangan Bireuen Pasca Banjir
7 jam yang lalu
Banjir yang melanda Desa Pante Gajah, Bireuen, meninggalkan dampak serius bagi SDN 3 Percontohan Peusangan. Ketinggian air banjir mencapai 1,5 meter, meninggalkan lumpur tebal setebal 0,5 hingga 1 meter di ruang kelas dan halaman sekolah. Kondisi ini mengganggu proses belajar mengajar dan memerlukan upaya pemulihan yang cepat.
Personel TNI dari Batalyon Infanteri 837 Ksatria Trunojoyo Jawa Timur turun tangan membantu pembersihan lumpur di sekolah tersebut. Sebanyak 10 personel TNI bekerja selama satu hari penuh untuk membersihkan lumpur. Kegiatan ini juga melibatkan guru, wali murid, relawan, dan komunitas setempat dalam semangat gotong royong.
Dampak Banjir dan Upaya Pemulihan
- Ketinggian air banjir: 1,5 meter, meninggalkan lumpur tebal setebal 0,5 hingga 1 meter di ruang kelas dan halaman sekolah.
- Proses belajar mengajar: Telah berjalan meski fasilitas sekolah belum pulih sepenuhnya.
- Jumlah rombongan belajar: 21 rombongan belajar dengan 45 guru.
- Pendidikan karakter: Kegiatan kebersihan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik.
Peran TNI dan Gotong Royong
- Personel TNI: Sebanyak 10 personel dari Batalyon Infanteri 837 Ksatria Trunojoyo Jawa Timur membantu pembersihan.
- Gotong royong: Melibatkan guru, wali murid, Kelompok Kerja Kepala Sekolah dari tiga kecamatan, serta sejumlah relawan dan komunitas.
Upaya pemulihan ini menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan di Aceh. Dengan bantuan TNI dan masyarakat, diharapkan sekolah dapat segera pulih dan proses belajar mengajar berjalan normal kembali.
Kondisi Sekolah Pasca Banjir
- Lumpur tebal: Menutupi ruang kelas dan halaman sekolah, memerlukan pembersihan mendalam.
- Fasilitas sekolah: Belum pulih sepenuhnya, namun proses belajar mengajar telah dimulai kembali.
- Pendidikan karakter: Kegiatan kebersihan menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi peserta didik, mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan tanggung jawab.
