News
Wagub Aceh Terima 500 Ton Beras dari PMI untuk Warga Terdampak
6 hari yang lalu
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menerima bantuan kemanusiaan dari Palang Merah Indonesia (PMI) di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara. Bantuan ini merupakan upaya PMI untuk mendukung penanganan kondisi darurat dan pemulihan masyarakat di Aceh.
Bantuan yang diterima meliputi 500 ton beras sebagai bantuan utama, serta berbagai logistik pendukung seperti air mineral, mie instan, paket makanan, hygiene kit, paket pakaian, paket perlengkapan sekolah anak, obat-obatan, alat kebersihan, genset, mesin sedot lumpur, mini excavator, serta perlengkapan dapur dan sanitasi.
Detail Bantuan Kemanusiaan
- Beras: 500 ton
- Logistik Pendukung: Air mineral, mie instan, paket makanan, hygiene kit, paket pakaian, paket perlengkapan sekolah anak, obat-obatan, alat kebersihan, genset, mesin sedot lumpur, mini excavator, perlengkapan dapur dan sanitasi
Distribusi Bantuan
Bantuan tersebut akan didistribusikan ke sejumlah kabupaten/kota terdampak di Aceh sesuai kebutuhan di lapangan. Pemerintah Aceh memastikan seluruh bantuan akan dikelola dan didistribusikan secara transparan melalui koordinasi lintas instansi dan pemerintah daerah setempat.
Apresiasi dan Komitmen
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI, khususnya kepada Pengurus Pusat PMI Nasional, Sudirman Said, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi. "Pemerintah Aceh mengucapkan terima kasih kepada PMI serta seluruh perusahaan dan donatur perorangan atas kepedulian dan bantuan yang diberikan. Bantuan ini akan segera disalurkan secara terkoordinasi dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan," ujar Fadhlullah.
Sumber Bantuan
Bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil sumbangan dan partisipasi berbagai perusahaan serta donasi personal yang dihimpun melalui Palang Merah Indonesia sebagai wujud solidaritas dan kepedulian terhadap masyarakat Aceh.
Koordinasi dan Transparansi
Pemerintah Aceh berkomitmen menyalurkan bantuan secara transparan dan terkoordinasi agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat terdampak. Koordinasi lintas instansi dan pemerintah daerah setempat akan memastikan distribusi bantuan yang efektif dan efisien.
