Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Nagan Raya Temukan Gelembung Gas di Bekas Banjir, Aparat Waspadai Potensi Bahaya

04 Januari 2026 10:05

Warga Gampong Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, dikejutkan dengan penemuan gelembung gas di pinggir sungai setempat. Gelembung yang diduga gas alam itu muncul sekitar lima titik dan ketika dibakar, api menyembur cukup besar sehingga sempat membuat warga khawatir. Lokasi penemuan diketahui merupakan wilayah yang sebelumnya terdampak banjir bandang pada 26 November 2025.

Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Polsek Darul Makmur bersama Koramil Darul Makmur serta aparatur desa langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Polsek Darul Makmur yang dipimpin Kapolsek Iptu Ade Haidir telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi pada Sabtu (3/1/2026) guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Penemuan Gelembung Gas

  • Warga menemukan gelembung gas di pinggir sungai yang sebelumnya terdampak banjir bandang.
  • Gelembung gas muncul di sekitar lima titik dan ketika dibakar, api menyembur cukup besar.
  • Aparat kepolisian dan pemerintah setempat telah mengambil langkah mitigasi dengan memasang garis polisi dan membatasi akses warga.

Potensi Bahaya dan Langkah Mitigasi

  • Gas metana bersifat mudah terbakar dan berpotensi memicu ledakan apabila terakumulasi di ruang terbuka maupun tertutup.
  • Imbauan agar warga tidak mendekati lokasi menjadi krusial untuk mencegah korban jiwa.
  • Dinas teknis dan instansi lingkungan hidup diharapkan segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber gas tersebut.

Penjelasan Ilmiah

  • Gelembung gas yang mudah terbakar di kawasan bekas banjir sering dikaitkan dengan pelepasan gas metana dangkal akibat gangguan endapan organik di dasar sungai dan tanah aluvial.
  • Tanah aluvial yaitu jenis tanah yang terbentuk dari endapan material yang dibawa oleh aliran air lalu mengendap di daerah dataran rendah, bantaran sungai, delta, atau wilayah bekas banjir.
  • Banjir besar dapat menggeser sedimen, membuka kantong gas, atau memicu akumulasi gas yang sebelumnya terperangkap.

Koordinasi dan Tindak Lanjut

  • Pihak kepolisian telah melaporkan temuan ini kepada pimpinan serta berkoordinasi dengan camat untuk diteruskan ke pemerintah kabupaten dan provinsi.
  • Perlu dilakukan pemeriksaan oleh dinas teknis untuk memastikan apakah ini merupakan gas alam atau disebabkan oleh faktor lain.
  • Keterlibatan dinas teknis, khususnya Badan Geologi dan instansi lingkungan hidup, menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan sumber gas tersebut.
Warga Nagan Raya Temukan Gelembung Gas di Bekas Banjir, Aparat Waspadai Potensi Bahaya
0123456789