Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Gotong Royong Bersihkan Lima Sekolah di Aceh Tamiang Pascabanjir

4 jam yang lalu

Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada 26 November 2025 lalu meninggalkan dampak yang cukup parah, terutama bagi sektor pendidikan. Ratusan sekolah terdampak, termasuk SLB Negeri Pembina Aceh Tamiang, SMAN 1 Kejuruan Muda, SMKN 1 Karang Baru, SMKN 2 Karang Baru, dan SMAN 1 Bandar Pusaka. Lumpur tebal yang menumpuk di ruang kelas dan fasilitas sekolah menghambat aktivitas belajar mengajar ribuan siswa.

Menanggapi kondisi tersebut, Yayasan Hutan, Alam, dan Lingkungan Aceh (HAkA) menginisiasi aksi bersih-bersih intensif di lima sekolah terdampak. Kegiatan yang digelar pada 10-15 Januari 2026 ini melibatkan tim relawan Yayasan HAkA, guru, wali murid, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala, serta mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Gotong Royong Membersihkan Sekolah

  • Para relawan membersihkan lumpur tebal dari ruang kelas dan ruang guru.
  • Fasilitas sekolah yang masih layak digunakan juga dibersihkan agar proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan.
  • Keterlibatan wali murid dan mahasiswa KKN memungkinkan proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh dan lebih cepat.

Bantuan untuk Pemulihan Pendidikan

  • Yayasan HAkA menyalurkan bantuan berupa dispenser, galon air minum, botol minum, kaos kaki siswa, serta perlengkapan kebersihan seperti sabun dan alat pel.
  • Bantuan ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional sekolah dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
  • Penyaluran dispenser, galon air bersih, dan botol minum dilakukan untuk memastikan akses air minum yang layak, higienis, dan aman bagi siswa serta guru pascabencana.

Komitmen untuk Pendidikan Lingkungan

  • Upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen Yayasan HAkA dalam mendorong pengurangan sampah plastik dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan di sekolah.
  • Raja Mulkan, Juru Kampanye Yayasan HAkA, berharap kegiatan bersih-bersih dan penyaluran bantuan ini dapat mempercepat pemulihan proses belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak banjir.
  • Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk membangun pendidikan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan.
Gotong Royong Bersihkan Lima Sekolah di Aceh Tamiang Pascabanjir