News
TNI Bersihkan Lumpur di Puskesmas Peusangan Bireuen Pasca Banjir
01 Januari 2026 23:48
Banjir yang melanda Kabupaten Bireuen meninggalkan dampak yang signifikan, terutama pada fasilitas umum seperti puskesmas. Personel TNI dari Yonif TP 837/KT turun langsung membantu membersihkan lumpur yang menimbun Puskesmas Peusangan.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan 200 personel TNI dan petugas puskesmas. Mereka menggunakan alat manual seperti sekop, cangkul, dan kereta sorong untuk membersihkan lumpur yang tebal dan berat.
Dampak Banjir di Puskesmas Peusangan
- Lumpur tebal menutupi sebagian besar ruangan puskesmas.
- Pelayanan dialihkan ke RSUD Peusangan Raya sebagai solusi darurat.
- Saluran Pembuangan Air Limbah (IPAL) rusak, menghambat layanan IGD dan fasilitas yang menghasilkan limbah medis.
Upaya Pembersihan dan Pemulihan
- 200 personel TNI terlibat dalam pembersihan manual.
- Alat berat diperlukan untuk penanganan lanjutan agar lumpur tidak kembali masuk saat hujan.
- 250 personel tambahan akan dikirim dalam beberapa hari ke depan, menjadikan total pasukan yang terlibat mencapai 450 orang.
Fokus Utama
- Membersihkan fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas agar aktivitas pelayanan masyarakat bisa kembali berjalan normal.
Respon dari Puskesmas Peusangan
- Kabag Tata Usaha Puskesmas Peusangan, Mustafa, SKM, menyampaikan terima kasih atas bantuan TNI-Polri.
- Pelayanan dasar seperti poli umum dan poli anak mulai berjalan di ruangan yang lebih tinggi.
- Posko darurat dibuka di balai desa dan Kantor Camat Peusangan pada hari pertama kejadian, kemudian dipindahkan ke RSUD Peusangan Raya dengan dukungan dari Ketua IDI Bireuen, dr Zumirda.
Kendala dan Solusi
- Kendala utama adalah lumpur yang sangat tebal dan berat.
- Solusi jangka pendek adalah pembersihan manual dan pengalihan pelayanan.
- Solusi jangka panjang adalah penggunaan alat berat dan perbaikan IPAL.
Dengan upaya bersama antara TNI, petugas puskesmas, dan masyarakat, diharapkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Peusangan dapat segera kembali normal.
