Mahasiswa asal Aceh, Muhammad Zahran Hibatullah, menjadi perwakilan Indonesia dalam acara pemutaran film dokumenter "The Last Accord: War, Apocalypse, and Peace in Aceh" di PBB, Swiss. Film ini membahas konflik Aceh dari perspektif GAM dan Republik Indonesia, menawarkan pelajaran berharga tentang perdamaian dan diplomasi.
Zahran menekankan bahwa perdamaian bukan hanya seremoni, tetapi komitmen bersama untuk masa depan Aceh. Ia juga menyoroti peran penting Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, dalam memediasi konflik Aceh.
Poin Penting dari Diskusi
- Film dokumenter "The Last Accord" menceritakan konflik Aceh dari kedua belah pihak, menawarkan perspektif yang adil dan menyentuh.
- Perdamaian Aceh diangkat sebagai inspirasi bagi penyelesaian konflik global, dengan fokus pada nilai kemanusiaan dan martabat.
- Tanggung jawab bersama untuk merawat perdamaian, bukan hanya sebagai dokumen sejarah tetapi sebagai komitmen nyata.
- Peran mediasi Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, dalam membantu penyelesaian konflik Aceh.
- Relevansi global dari pengalaman Aceh dalam menyelesaikan konflik yang rumit dan panjang.
Zahran berharap cerita konflik Aceh dapat menjadi model pembelajaran dalam studi resolusi konflik di kampus-kampus Eropa. Diskusi ini menunjukkan bahwa penyelesaian konflik harus diletakkan di atas nilai kemanusiaan dan masa depan rakyat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaEmpati Warga Pidie Jaya: USK Kirim 1.050 Mahasiswa Bantu Bangun Usaha
PIDIE JAYA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Wamendiktisaintek) Prof. Stella Christie, Ph.D., mengapresiasi...
: Warga Barsela Menunggu RS Meulaboh, Butuh Tambahan Rp50-100 M
Anggota Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) DPRA, Fuadri, mendesak Pemerintah Aceh memprioritaskan penyelesai
: Buruh Harian Aceh Barat Diamankan, Dugaan Pelecehan Anak 11 Tahun
Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Barat mengamankan seorang pria berinisial EE (42), buruh harian lepas asal Kabupaten Aceh
Warga Gampong Nagan Raya Manfaatkan Transaksi Non-Tunai Dana Desa
KBA.ONE, NAGAN RAYA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya resmi memperkuat sistem pengawasan dan transparansi pengelolaan dana desa dengan menerapkan transaksi non-tunai pada seluruh pemerintah


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.