News
12 Hari di Kantor Bupati, Pengungsi Banjir Bireuen Desak Hunian Tetap
2 jam yang lalu
Puluhan korban banjir di Bireuen masih bertahan di halaman Kantor Bupati selama 12 hari. Mereka menuntut kepastian bantuan hunian dari pemerintah daerah. Sebanyak 23 kepala keluarga atau sekitar 65 jiwa tinggal di lima tenda darurat yang didirikan di lokasi tersebut. Mereka berasal dari sejumlah desa, di antaranya Kapa dan Raya Dagang di Kecamatan Peusangan, Alue Kuta di Jangka, serta Salah Sorong di Jeumpa.
Salah seorang pengungsi, M. Amin, mengatakan hingga kini para korban masih menunggu realisasi bantuan, termasuk Dana Tunggu Hunian (DTH) dan jatah hidup (jadup). Kondisi pengungsian berlangsung sederhana dengan fasilitas terbatas. Para korban hidup berhimpitan di bawah terpal, bahkan merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah di lokasi tersebut.
Kondisi Pengungsian
- 23 kepala keluarga atau sekitar 65 jiwa tinggal di lima tenda darurat.
- Para pengungsi berasal dari beberapa desa di Bireuen, termasuk Kapa, Raya Dagang, Alue Kuta, dan Salah Sorong.
- Kondisi pengungsian berlangsung sederhana dengan fasilitas terbatas.
- Para pengungsi mengeluhkan belum adanya realisasi bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) dan jatah hidup (jadup).
Tuntutan Pengungsi
- Para pengungsi mendesak pemerintah daerah untuk segera menyediakan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
- Mereka meminta penyaluran bantuan bagi korban yang belum menerima, serta pendataan ulang yang dinilai belum merata.
- Para pengungsi menetapkan tenggat waktu 30 hari agar hunian sudah dapat ditempati.
- Jika tidak, para korban mengancam akan menempuh jalur hukum.
Keluhan dan Harapan
- Sejumlah pengungsi mengaku belum menerima bantuan apa pun sejak rumah mereka terdampak banjir.
- Mereka menilai hunian sementara menjadi kebutuhan mendesak sembari menunggu pembangunan hunian tetap.
- Para pengungsi berharap pemerintah daerah segera memberikan kepastian dan solusi bagi mereka.
