Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blangpidie, Akhmad Heru Setiawan, menyerahkan remisi khusus Idul Fitri 1447 H kepada 242 warga binaan. Kegiatan ini dilaksanakan usai Shalat Idul Fitri di lapangan olahraga Lapas Blangpidie, Sabtu (21/3/2026).
Remisi diberikan sebagai bentuk apresiasi negara kepada narapidana yang menunjukkan perubahan perilaku positif selama menjalani masa pidana. Dari total penerima, 33 orang mendapatkan pengurangan masa pidana selama 15 hari, 137 orang selama 1 bulan, 58 orang selama 1 bulan 15 hari, dan 14 orang selama 2 bulan.
Detail Remisi
- 33 orang: 15 hari
- 137 orang: 1 bulan
- 58 orang: 1 bulan 15 hari
- 14 orang: 2 bulan
Syarat dan Harapan
Remisi diberikan kepada warga binaan yang memenuhi syarat administratif dan substantif, serta menunjukkan sikap berkelakuan baik. Kalapas Blangpidie berharap remisi ini menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan mengikuti program pembinaan dengan baik.
Kegiatan penyerahan remisi berlangsung dengan tertib dan khidmat, dihadiri oleh jajaran pejabat struktural, petugas, dan seluruh warga binaan Lapas Blangpidie.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Tamiang Khawatir Tenang, 122 Poskesdes Belum Pulih
“Pak Menteri sudah melihat langsung kondisi kita Ketika kunjungan pertama ke Puskesmas Kualasimpang, atas dukungan bupati,
71 Lokasi Huntap Aceh Siap, Warga Terdampak Menunggu Lahan","PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":80,"Education":60,"FinalScore":82,"Summary":"71 titik lokasiハン
Ia menjelaskan, total usulan pembangunan huntap di Aceh mencapai 17.541 unit rumah untuk kepala keluarga terdampak bencana.
Warga Lhokseumawe Dapat Akses Dokter Spesialis Bedah Baru Universitas Malikussaleh (Unimal) meluncurkan Program Studi Spesialis Dokter Bedah Fakultas Kedokteran pada Jumat, 1 Mei 2026. Peluncuran dip
Program Dokter Spesialis ini merupakan mandatori dari Presiden Prabowo Subianto yang dilatarbelakangi kondisi masih kekurangan dokter spesialis
Hanya 30% Daycare Aceh Berizin, Korban Anak Meningkat","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":78,"Evidence":70,"LongTermValue":80,"Education":85,"FinalScore":80,"Summary":"Kasus dugaan kekerasan
Khusus di Aceh, hanya segelintir daycare yang mengantongi izin, memperlihatkan adanya celah besar dalam tata kelola layanan pengasuhan anak.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.