News
4 Bulan Pascabanjir, 283 Sekolah di Aceh Utara Belajar Tanpa Meja Kursi
5 jam yang lalu
Empat bulan pascabanjir yang melanda Aceh Utara pada akhir 2025, ratusan sekolah di wilayah tersebut masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar tanpa meja dan kursi. Kondisi ini berdampak pada 283 sekolah dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kesetaraan hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Menurut data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara, banjir yang terjadi sejak 26 November 2025 menyebabkan kerusakan pada fasilitas pendidikan, termasuk mebeler seperti meja dan kursi. Meski ruang kelas sudah dapat digunakan kembali setelah pembersihan, sarana pendukung pembelajaran belum sepenuhnya pulih.
Dampak Banjir pada Sekolah
- 283 sekolah terdampak, termasuk 4 sekolah kesetaraan, 92 TK/PAUD, 134 SD, dan 53 SMP.
- Proses belajar mengajar dilakukan secara lesehan, mempengaruhi kenyamanan dan efektivitas belajar siswa.
Upaya Pemulihan
- Pemerintah daerah telah melakukan pendataan dan mengusulkan perbaikan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
- Keterbatasan anggaran daerah menjadi kendala utama dalam percepatan pembangunan kembali sarana pendidikan.
- Proses pengusulan sedang berjalan di tingkat kementerian, dengan harapan perbaikan ruang belajar dapat segera dimulai setelah penandatanganan kontrak.
Harapan ke Depan
- Pengadaan mebeler baru akan dilakukan setelah proses rehabilitasi ruang kelas selesai.
- Pihak sekolah diminta bersabar menunggu tahapan tersebut, meski kondisi saat ini masih jauh dari ideal.
