Enam bulan setelah banjir bandang memutus akses nasional Takengon–Bireuen, longsor menutup badan jalan di kawasan Enang-Enang, Kabupaten Bener Meriah. Warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, merasa menunggu terlalu lama, akhirnya menyewa satu unit alat berat secara swadaya sejak Selasa, 26 Mei 2026 untuk menguburkan material yang menimbun jalan.
Salah satu tokoh lokal, Syahrial, mantan Mukim Pintu Rime Gayo, menerangkan dalam video yang telah ditonton 63 ribu kali bahwa biaya pembersihan berasal dari sumbangan masyarakat dan BBM yang disumbangkan pihak-pihak setempat. Ia menyebut terdapat empat titik longsor yang masing-masing dua titik dari arah Takengon dan dua titik dari arah Bireuen menuju Jembatan Enang-Enang.
Dampak pada Mobilitas dan Ekonomi Lokal
- Jalur nasional yang ditutup memaksa pengalihkan lalu lintas ke jalan alternatif Simpang Lancang–Wih Porak yang sempit, rusak, dan kerap memicu antrean panjang kendaraan.
- Dengan upaya gotong royong, warga menargetkan jalan bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dalam 3–4 hari ke depan.
- Rencana selanjutnya adalah timbunan ujung jembatan sehingga kendaraan roda empat juga bisa lewat setelah tanah longsor ditambat.
- Pengeluaran untuk sewa alat berat dan bahan bakar dibiayai melalui sumbangan warga, bukan dari APBD pusat atau daerah.
- Video dokumentasi aksi tersebut memperlihatkan partisipasi aparat kecamatan, personel Koramil, dan Polsek setempat, menegaskan kerjasama lintas instansi dalam menghadapi krisis infrastruktur.
- Jalan alternatif saat ini tetap menjadi beban bagi nelayan, petani, dan UMKM yang mengirimkan produk ke pasar Takengon dan Bireuen karena antrean yang berjam-jam.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaPetani Aceh Barat Daya Rugi Miliaran Sementara Ekspor Sawit Melonjak 445%
BANDA ACEH - Di tengah keluhan petani terkait anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah daerah, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal...
: Warga Aceh Penasaran: DAU 2,5% Disetujui dalam RUU Pemerintahan
JAKARTA - Delapan fraksi di Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyatakan persetujuan terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang...
Kenapa Listrik Aceh Padam Berulang Sebelum Idul Adha? Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dian Rubianty, menyoroti kembali terjadinya pemadaman listrik massal atau blackout di wilayah Sumatra Bagian
“Ketahanan dan keandalan sistem distribusi, mitigasi gangguan, serta informasi layanan PLN masih menjadi persoalan serius,” kata Dian.
Aceh Perlu Badan Pengelola Khusus Agar Dana Otsus Rp110T Tidak Sia‑Sia
Oleh Nasrul Zaman* DUA dekade berlalu sejak lonceng perdamaian berbunyi di Helsinki pada Agustus 2005, yang kemudian dinarasikan secara yuridis...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.