Pemerintah Kota Subulussalam mengusulkan empat program prioritas sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek-proyek ini meliputi pembangunan jalan tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen, pembangunan Kanal Oboh sebagai pengendali banjir sungai Lae Souraya, penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat, dan penanganan tanjakan Kedabuhen yang dikenal dengan program Kelok Delapan Kedabuhen.
Wali Kota Subulussalam, M Rasyid, telah mengajukan dokumen usulan tersebut kepada Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. Proyek-proyek ini diharapkan dapat segera direalisasikan demi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan Jalan Tembus Gelombang Subulussalam-Muara Situlen
- Jalan ini merupakan akses strategis baru yang akan membuka keterisolasian wilayah pedalaman serta mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara.
- Mendukung ekonomi masyarakat, mobilitas hasil pertanian, ketahanan pangan, serta konektivitas antar wilayah.
- Kawasan yang dilalui merupakan sentra produksi komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, jagung, kakao, kopi, serai, padi, dan hortikultura.
- Membuka keterisolasian wilayah pedalaman dan kawasan perbatasan serta mempercepat konektivitas Subulussalam-Aceh Tenggara-Sumatera Utara.
Pembangunan Kanal Oboh sebagai pengendali banjir sungai Lae Souraya
- Program ini sangat mendesak mengingat tingginya risiko banjir tahunan yang berdampak langsung terhadap permukiman, infrastruktur, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
- Pembangunan Kanal Oboh diharapkan menjadi solusi sistem pengendali banjir terpadu yang mampu mengurangi risiko banjir dan melindungi kawasan permukiman.
- Menjamin keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat dan melindungi lahan pertanian sebagai penopang ketahanan pangan.
Penanganan Jalan Nasional Subulussalam-Pakpak Bharat
- Ruas ini merupakan koridor vital yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap bencana longsor, pohon tumbang, serta kecelakaan lalu lintas fatal.
- Kondisi geografis berupa tebing curam di satu sisi dan jurang dalam di sisi lainnya menjadikan ruas ini sebagai salah satu titik rawan nasional (blackspot).
- Jalan ini merupakan satu-satunya jalur distribusi logistik utama bagi wilayah Barat Selatan Aceh menuju Sumatera Utara.
Penanganan tanjakan Kedabuhen
- Tanjakan Kedabuhen merupakan titik kritis yang berada di kawasan perbukitan dengan karakteristik tebing curam dan jurang dalam.
- Ruas ini merupakan bagian dari jalur strategis yang dilintasi oleh sedikitnya delapan kabupaten/kota di Aceh melalui Kota Subulussalam menuju Pakpak Bharat, Sumatera Utara dan Kota Medan.
- Program ini diharapkan mampu menyelamatkan nyawa masyarakat pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan fatal secara signifikan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Khawatir: Imunisasi 33%, Kasus Campak Naik","PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":80,"Evidence":85,"LongTermValue":80,"Education":85,"FinalScore":85,"Summary":"Cakupan imunisasi di_A
BANDA ACEH - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan cakupan imunisasi di Aceh masih rendah dan...
:Khawatir Tenang, Warga Aceh Menunggu Pemulihan Listrik dari PLN
“Seluruh Aceh saat ini tengah dilakukan pemeriksaan atas gangguan sistem kelistrikan yang terjadi di daerah kita,” kata Lukman Hakim
.Warga Beutong Nagan Raya, Aceh Takut Tambang Ancam Sumber Air
KBA.ONE, BANDA ACEH—Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Aceh mendesak pemerintah pusat dan Pemerintah Aceh menghentikan seluruh rencana maupun aktivitas pertambangan di Beutong Ateuh Ban
Warga Aceh Tak Daya Tahan Akibat Blackout Sumatera Berulang
Penulis: Dr. Andree Armilis, M.A. Sosiolog & Analis Stratejik, warga Sumatera. Transaksi digital terganggu akibat jaringan internet dan mesin pembayaran mati. PEMADAMAN listrik massal yang m


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.