Aipda Maulizar, Kanit Intel Polsek Sawang, Polres Lhokseumawe, mendapatkan penghargaan dari Anggota DPD RI asal Aceh, Haji Uma, atas dedikasi dan integritasnya dalam menyelamatkan ratusan warga saat banjir melanda Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara akhir tahun lalu. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas aksi heroik Maulizar yang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan warga.
Dalam kejadian tersebut, Maulizar harus berjuang melawan arus banjir yang mencapai ketinggian lima meter. Mobil yang dikendarainya terseret arus, dan ia harus melompat dari jendela kendaraan untuk menyelamatkan diri. Meskipun dalam kondisi kelelahan dan terjebak selama 12 jam tanpa makanan dan komunikasi yang terbatas, Maulizar tetap semangat menjalankan tugas evakuasi.
Kronologi Kejadian
- Pukul 00.30 WIB: Maulizar menerima laporan tentang ketinggian air yang mencapai lima meter di sejumlah desa dan langsung bergerak menuju lokasi meskipun rumahnya sendiri sudah mulai terendam.
- Terseret Arus: Mobil yang dikendarainya terseret arus banjir, dan ia harus melompat dari jendela kendaraan untuk menyelamatkan diri.
- Evakuasi Warga: Bersama tim dari Badan Penanggulangan Bencana, Maulizar memimpin proses evakuasi warga, termasuk para santri yang terjebak di dalam bangunan mushalla dengan ketinggian air hampir mencapai atap. Sekitar 200 warga berhasil dievakuasi ke tempat yang lebih aman.
- Terjebak 12 Jam: Saat melanjutkan evakuasi pada pagi hari, Maulizar kembali diterjang banjir kiriman dengan ketinggian air mencapai dua hingga tiga meter. Ia terseret arus sejauh kurang lebih 800 meter hingga akhirnya tersangkut di batang bambu.
Penghargaan dan Harapan
Haji Uma menilai tindakan Maulizar sebagai bentuk pengabdian yang patut menjadi teladan bagi aparat lainnya. "Ini adalah perjuangan yang luar biasa. Beliau bahkan mengabaikan keselamatan diri demi masyarakat," ujar Haji Uma. Ia berharap semangat seperti ini dapat menumbuhkan sinergi antara Polri dan masyarakat serta melahirkan lebih banyak prestasi di kalangan kepolisian.
Haji Uma juga berharap kisah yang dialami Aipda Maulizar dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bencana. "Bukan untuk mencari pujian, tetapi ini adalah ketulusan dalam berbuat kebaikan demi mendapatkan pahala dari Allah SWT," pungkasnya.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null] Actually Title string. Provide Title. Let's compute final score maybe 76. Use integer? Probably number. We'll put 76. Now produce JSON. Ensure valid JSON. Use double quotes. Provide ArticleMark
"Semoga ada yang membantu untuk tas sekolah dan peralatan tulis bagi anak-anak korban kebakaran," katanya.
Amdal PT Juya Aceh Mining Akhirnya Dibuka, DLHK Serahkan Dokumen ke P2LH
BANDA ACEH - Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) milik PT Juya Aceh Mining yang sebelumnya tidak tersedia untuk publik, akhirnya...
20.293 Rumah Terdampak Banjir Pidie Jaya Perlu Perpanjangan Transisi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memperpanjang masa transisi penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah kabupaten tersebut.K
: Warga Beutong Ateuh menolak tambang, takut bencana ulang di Aceh
ABDYA - Menjelang siang, udara di Beutong Ateuh Banggalang terasa lebih berat dari biasanya. Di atas jembatan penyeberangan yang menjadi nadi...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.