News
Nelayan Pulo Aceh Terdampar di Sri Lanka Akhirnya Pulang ke Tanah Air
1 hari yang lalu
Shadiqin, nelayan asal Gampong Meulingge, Kecamatan Pulo Aceh, Aceh Besar, yang terdampar di Sri Lanka akan pulang ke Tanah Air pada Senin, 16 Maret 2026. Ia akan tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta, dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Aceh.
Proses pemulangan Shadiqin melibatkan kerja sama berbagai pihak, termasuk Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sri Lanka, Panglima Laot, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut.
Detail Pemulangan
- Waktu Keberangkatan: Shadiqin akan terbang menggunakan maskapai SriLankan Airlines dari Bandara Internasional Bandaranaike sekitar pukul 07.25 waktu setempat.
- Waktu Tiba di Jakarta: Diperkirakan tiba di Jakarta sekitar pukul 13.35 waktu setempat.
- Transit di Jakarta: Shadiqin akan transit sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Aceh.
- Biaya Kepulangan: Tiket penerbangan dari Jakarta ke Aceh rencananya akan ditanggung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh.
Latar Belakang
Shadiqin terdampar di Sri Lanka setelah perahu kecil bermesin yang ditumpanginya rusak mesin dan terbawa arus samudra pada Ahad, 1 Februari 2026. Ia sempat menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Colombo, Sri Lanka, sebelum proses pemulangan dimulai.
Kerja Sama Pemulangan
Proses pemulangan Shadiqin merupakan hasil kerja sama sejumlah pihak, antara lain DKP Aceh, Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kedutaan Besar Republik Indonesia di Sri Lanka, Panglima Laot, serta Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut. Panglima Laot Aceh, Miftahuddin Cut Adek, menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu proses pemulangan tersebut.
