Sebanyak 18 siswa di Kecamatan Pasie Raja, Aceh Selatan, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan pangan dan pengawasan program yang seharusnya bermanfaat bagi masyarakat.
Koordinator Kaukus Peduli Aceh (KPA), Muhammad Hasbar Kuba, menyoroti adanya dugaan keterlibatan anggota DPRK Aceh Selatan dalam pengelolaan dapur MBG. Hal ini menimbulkan konflik kepentingan, mengingat DPRK seharusnya berfungsi sebagai pengawas program, bukan pelaksana.
Temuan dan Dampak
- 18 siswa dari berbagai tingkat pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, mual, muntah, dan bentol kemerahan.
- 14 siswa harus menjalani perawatan intensif di UPTD Puskesmas Ujung Padang Rasian, sementara empat lainnya menjalani rawat jalan.
- Hasil uji laboratorium menemukan cemaran mikroba berbahaya seperti Bacillus cereus, Staphylococcus aureus, dan Salmonella dalam sampel makanan MBG.
Permasalahan Pengelolaan
- Dapur MBG yang mendistribusikan makanan di Kecamatan Pasie Raja dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ujung Padang Asahan, yang berada di bawah naungan Yayasan Ruang Kito Basamo (RKB).
- SPPG tersebut diduga belum memiliki Sertifikat Layak Higienis dan Sanitasi (SLHS), yang merupakan syarat wajib dalam penyelenggaraan program MBG.
- KPA mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup secara permanen dapur MBG yang terbukti menyebabkan keracunan.
Tanggapan dan Tindak Lanjut
- Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Aceh Selatan, Yona Violiskа, belum memberikan tanggapan resmi terkait tindak lanjut hasil uji laboratorium.
- KPA mempertanyakan sikap BGN yang terkesan bungkam terhadap kasus ini, mengingat dampaknya yang serius terhadap kesehatan siswa.
- Satgas Penyelenggaraan Program MBG Kabupaten Aceh Selatan akan menindaklanjuti hasil uji laboratorium untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang dan memperbaiki sistem pengawasan program MBG.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:Petani Garam Lancok Khawatir, Penghasilan Rosak Akibat Banjir 42 Dapur
ACEH UTARA - Puluhan petani garam tradisional terdampak banjir besar di Gampong Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara, hingga kini luput dari...
Enam bulan di tenda, tiga keluarga Bireiu menunggu hunian","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":78,"Summary":"Enam bulan setelah
BIREUEN — Air mata Fitriani tak lagi bisa ditahan. Sudah enam bulan ia bersama suami dan dua anaknya bertahan hidup di bawah tenda darurat...
DPRA Rekomendasikan Cabut Pergub JKA, Warga Aceh Khawatir Rp114 Miliar Sisa
BANDA ACEH – Ketua Fraksi Partai Aceh di DPRA, Tgk. Anwar Ramli, menegaskan secara hierarki hukum, qanun memiliki kedudukan lebih tinggi...
, "PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":80,"Education":75,"FinalScore":82,"Summary":"Aceh masih mengalami pengangguran tinggi dengan TPT 5,60 persen dan 152.000
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Aceh mencapai 149.000 orang per Februari 2025. Angka ini naik 4.000 orang dibandingkan


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.