Timeline Aceh
ajnn.net
ajnn.net

Atlet Bener Meriah Terancam Gagal ke PORA 2026, Anggaran Hanya Rp 200 Juta

3 jam yang lalu

Ratusan atlet Bener Meriah terancam gagal berpartisipasi di Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Kabupaten Aceh Jaya karena keterbatasan anggaran. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah hanya mengalokasikan Rp 200 juta, jauh di bawah usulan KONI setempat yang mencapai Rp 2 miliar. Ketua Harian KONI Bener Meriah, Hidayat, menyebut angka tersebut sebagai yang terburuk dalam sejarah pembiayaan olahraga di daerah itu.

Sebanyak 117 atlet dari 13 cabang olahraga telah lolos seleksi Pra PORA 2025, namun keberangkatan mereka kini terancam. Tanpa dukungan anggaran yang memadai, partisipasi di ajang olahraga empat tahunan tingkat provinsi itu menjadi tidak pasti.

Dampak Keterbatasan Anggaran

  • Anggaran tidak memadai: Pemerintah Bener Meriah hanya mengalokasikan Rp 200 juta, jauh di bawah usulan KONI yang mencapai Rp 2 miliar.
  • Prestasi atlet terancam: Sebanyak 117 atlet dari berbagai cabang olahraga seperti bola voli, karate, tinju, panahan, hingga futsal terancam tidak bisa berpartisipasi.
  • Potensi sanksi: Jika tidak ikut tahun ini, kontingen Bener Meriah bisa disanksi tidak tampil dua kali PORA.
  • Kritik terhadap pemerintah: KONI Bener Meriah menilai pemerintah daerah tidak menunjukkan keberpihakan terhadap dunia olahraga.

Perbandingan dengan PORA Sebelumnya

  • Pada PORA 2022 di Kabupaten Pidie, pemerintah daerah menganggarkan Rp 1,8 miliar, namun angka tersebut pun dinilai belum mencukupi kebutuhan dasar seperti perlengkapan atlet dan bonus prestasi.
  • Anggaran Rp 200 juta untuk PORA 2026 dianggap tidak serius dan tidak mencerminkan dukungan terhadap atlet.

Harapan dan Tantangan

  • Atlet Bener Meriah telah berjuang dan lolos seleksi Pra PORA 2025, namun kini dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
  • Keberangkatan kontingen kini berada di ujung tanduk, dan tanpa dukungan yang memadai, partisipasi di PORA 2026 menjadi tidak pasti.
Atlet Bener Meriah Terancam Gagal ke PORA 2026, Anggaran Hanya Rp 200 Juta