Bank Aceh Syariah dan PT Taspen (Persero) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Gedung Action Center Bank Aceh, Banda Aceh, Selasa (5/5/2026). Perjanjian ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan keuangan bagi peserta Taspen di Aceh, khususnya para pensiunan.
Kolaborasi melayani pembayaran berbagai manfaat seperti Tabungan Hari Tua (THT), pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja, dan Jaminan Kematian, seluruhnya disalurkan melalui rekening nasabah Bank Aceh.
Manfaat bagi Pensiunan dan Sistem Keuangan Aceh
- Layanan mencakup 45 ribu pensiunan di seluruh Aceh yang menerima pembayaran melalui 185 unit kerja.
- Bank Aceh mengelola dana pensiun sebesar Rp156,5 miliar hingga Mei 2026.
- Institusi kini menangani lebih dari 50 persen total pembayaran pensiun di Aceh.
- Layanan Bank Aceh telah memperoleh predikat "Sangat Baik" pada evaluasi tahun 2025.
- Kerja sama akan memperluas sosialisasi Batas Usia Pensiun (BUP) ke seluruh wilayah Aceh.
- Jangkauan layanan ditingkatkan melalui empat Kantor Cabang Koordinator untuk menjamin penyaluran yang cepat, aman, dan tepat sasaran.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Tamiang Khawatir Tenang, 122 Poskesdes Belum Pulih
“Pak Menteri sudah melihat langsung kondisi kita Ketika kunjungan pertama ke Puskesmas Kualasimpang, atas dukungan bupati,
Warga Lhokseumawe Dapat Akses Dokter Spesialis Bedah Baru Universitas Malikussaleh (Unimal) meluncurkan Program Studi Spesialis Dokter Bedah Fakultas Kedokteran pada Jumat, 1 Mei 2026. Peluncuran dip
Program Dokter Spesialis ini merupakan mandatori dari Presiden Prabowo Subianto yang dilatarbelakangi kondisi masih kekurangan dokter spesialis
71 Lokasi Huntap Aceh Siap, Warga Terdampak Menunggu Lahan","PublicImpact":85,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":80,"Education":60,"FinalScore":82,"Summary":"71 titik lokasiハン
Ia menjelaskan, total usulan pembangunan huntap di Aceh mencapai 17.541 unit rumah untuk kepala keluarga terdampak bencana.
Hanya 30% Daycare Aceh Berizin, Korban Anak Meningkat","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":78,"Evidence":70,"LongTermValue":80,"Education":85,"FinalScore":80,"Summary":"Kasus dugaan kekerasan
Khusus di Aceh, hanya segelintir daycare yang mengantongi izin, memperlihatkan adanya celah besar dalam tata kelola layanan pengasuhan anak.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.