Pemerintah Aceh berkomitmen untuk terus melanjutkan program United Nations Children's Fund (UNICEF) dalam hal pemenuhan kesehatan ibu dan anak, meskipun kedepannya tidak lagi berkantor di Aceh. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, Zulkifli, menyatakan bahwa banyak kegiatan yang harus dilanjutkan dan dapat dijadikan praktik baik oleh pemerintah Aceh maupun kabupaten/kota.
Selama periode 2021-2025, UNICEF telah banyak memberikan kontribusi dalam penyelesaian masalah-masalah anak di Aceh, terutama pada 18 kabupaten kota yang menjadi lokasi intervensi lembaga PBB tersebut. Dari sektor gizi, selain kelas ibu hamil, juga ada kelas nenek yang sangat berperan dalam pengambilan keputusan di keluarga. Selain itu, UNICEF juga mendukung pemerintah Aceh dalam proses penyusunan rencana pembangunan jangka panjang dan jangka menengah Aceh (RPJPA-RPJMA).
Kontribusi UNICEF di Aceh
- Kelas ibu hamil dan nenek: Program ini membantu dalam pengambilan keputusan di keluarga terkait gizi dan kesehatan.
- Kesehatan remaja: UNICEF memberikan dukungan dalam hal kesehatan mental remaja.
- Imunisasi anak: Program imunisasi anak terus dimonitoring secara intensif.
- Penguatan layanan imunisasi: Melalui kelas ayah, UNICEF membantu mengatasi tantangan dalam layanan imunisasi.
- Bantuan sosial: Program Geunaseh (gerakan untuk anak sehat) di Sabang adalah salah satu contoh bantuan sosial untuk kesehatan ibu dan anak.
Zulkifli berharap bahwa rapat penutupan kerjasama UNICEF ini dapat menjadi evaluasi program yang dapat diestafetkan kepada pemerintah Aceh dan kabupaten/kota. Tujuannya adalah agar segala permasalahan pembangunan, khususnya pada pemenuhan hak anak di Aceh, dapat diatasi lebih mudah dan efisien.
Baca Sumber Asli
Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

