BBPOM Aceh memusnahkan 224 produk kemasan yang tidak memenuhi syarat selama pengawasan Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Pengawasan mencakup produk pangan kemasan di sarana ritel serta pengujian pangan jajanan berbuka puasa (takjil) di berbagai wilayah di Aceh.
Dari 20 sarana ritel yang diperiksa, 5 sarana (25%) dinyatakan tidak memenuhi ketentuan. Petugas menemukan 16 item produk dengan total 224 kemasan yang tidak memenuhi syarat, termasuk produk kedaluwarsa dan tanpa izin edar.
Temuan dan Tindakan
- Produk kedaluwarsa: Termasuk makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi dan balita.
- Produk tanpa izin edar: Sebagian besar berasal dari luar negeri, khususnya Malaysia.
- Nilai ekonomi: Produk yang dimusnahkan diperkirakan mencapai Rp1,4 juta.
- Tindakan: Seluruh produk dimusnahkan di tempat, disertai pemberian surat peringatan dan pembinaan kepada pelaku usaha.
Pengujian Takjil
- 150 sampel takjil diuji menggunakan metode chemkit.
- 149 sampel (99,33%) dinyatakan memenuhi syarat dan aman dari bahan berbahaya seperti formalin, boraks, pewarna Methanyl Yellow, dan Rhodamin B.
- 1 sampel (0,67%) tidak memenuhi syarat: bakso goreng yang dijual di Pusat Takjil Lamdingin, Banda Aceh, terdeteksi mengandung formalin.
Imbauan kepada Masyarakat
BBPOM Aceh mengimbau seluruh pelaku usaha untuk memastikan produk yang dijual memenuhi ketentuan, tidak kedaluwarsa, serta memiliki izin edar yang sah. Masyarakat juga diimbau untuk lebih cermat dalam memilih pangan dengan selalu memperhatikan tanggal kedaluwarsa dan nomor izin edar.
Prinsip CEK KLIK
Masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan pangan dengan menerapkan prinsip CEK KLIK sebelum membeli produk:
- Cek Kemasan
- Label
- Izin edar
- Kedaluwarsa
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null}? Wait need correct JSON. Use Title string. Provide Title as decided. Provide numeric scores. Provide Summary string. Provide Category string. Provide Publish true. Provide RejectReason null.
DPRA melalui Komisi VI menyatakan dukungan agar PORA XV tetap digelar sesuai jadwal pada November 2026 di Aceh Jaya.
Warga Lhang deuhrngang setelah polisi tangkap pengedar sabu di Aceh Barat Daya
“Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Abdya untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tambah Hermansyah.
: Wali Kota Subulussalam menunggu SK, berharap SNT buka sekolah untuk Aceh Singkil
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) segera dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Kehadiran sekolah ini diharapkan membuka
Warga Miskin Aceh Ditolak Berobat karena Data Desil Salah","PublicImpact":85,"Credibility":70,"Urgency":75,"Evidence":55,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":75,"Summary":"Anggota DPRK Aceh┬
"Pembatasan berdasarkan desil yang awalnya bertujuan agar program ini tepat sasaran, kini menjadi permasalahan yang meluas.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.