Sepanjang 2025, tercatat 967 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh. Mayoritas kasus terjadi di ranah domestik, menjadikan rumah yang seharusnya aman justru menjadi tempat paling rentan. Data ini disampaikan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, saat berkunjungan ke Aceh.
Psikolog di Klinik Psikodista sekaligus dosen Program Studi Psikologi Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, Siti Rahmah, M.Psi, menjelaskan bahwa kekerasan bukan sekadar emosi sesaat, melainkan pola berulang yang dipengaruhi faktor psikologis dan sosial. Pelaku sering kali tidak merasa bersalah dan menggunakan kekerasan sebagai alat kontrol.
Pola Kekerasan yang Berulang
- Cycle of Violence: Kekerasan sering kali menjadi pola yang berulang, dengan fase tegang, kekerasan, permintaan maaf, dan suasana membaik sebelum berulang lagi.
- Latar Belakang Pelaku: Banyak pelaku memiliki latar belakang pengalaman kekerasan sebelumnya, baik sebagai korban maupun saksi.
- Pembenaran dalam Pikiran: Pelaku sering kali merasa bahwa tindakan kekerasan adalah 'wajar' atau 'terpaksa' karena kesalahan korban.
- Alat Kontrol: Kekerasan digunakan sebagai alat untuk mengontrol atau menunjukkan kekuasaan dalam hubungan.
Faktor Sosial dan Budaya
- Dominasi Pelaku Laki-laki: Dominasi pelaku laki-laki menunjukkan bahwa kekerasan juga dipengaruhi faktor sosial yang lebih luas, termasuk norma sosial tentang maskulinitas dan relasi kuasa dalam masyarakat.
- Kebutuhan Psikologis: Kekerasan sering kali berkaitan dengan kebutuhan psikologis tertentu, seperti kebutuhan untuk merasa berkuasa atau melampiaskan emosi.
Perubahan yang Memungkinkan
- Kesadaran dan Tanggung Jawab: Perubahan memerlukan kesadaran dari pelaku dan kemauan untuk bertanggung jawab.
- Intervensi Psikologis: Intervensi seperti terapi psikologis dan pelatihan pengelolaan emosi sangat penting.
- Penegakan Hukum: Penegakan hukum yang tegas juga diperlukan untuk mencegah kekerasan berulang.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Tamiang alami pemadaman listrik akibat pencurian kabel SKTM
Jaringan listrik di Aceh Tamiang mengalami gangguan akibat maraknya pencurian saluran kabel tegangan menengah (SKTM).
Warga Aceh Tengah Merasa Diberi Kepedulian Melalui Bantuan Daging Presiden
ACEH TENGAH — Seekor sapi limosin berbobot 824 kilogram bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disembelih di halaman Masjid...
:null} Please provide JSON only. Let's produce final JSON with Title as string, etc. Ensure proper JSON escaping for markdown string (need to escape newlines?). We'll include markdown as a string with
BENER MERIAH — Enam bulan setelah banjir bandang memutus akses nasional Takengon–Bireuen, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten...
Masyarakat Aceh Khawatir Tenang Saat Otsus Naik Menjadi 2,5% DAU
Baleg DPR RI resmi menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadi RUU


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.