News
Cucu Mpok Nori Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri di Jakarta, Pelaku Terekam CCTV
2 jam yang lalu
Dewhinta Anggary (37), cucu seniman legendaris Betawi Mpok Nori, ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Cipayung, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3/2026) dini hari. Korban diduga dibunuh oleh mantan suami sirinya, RFTJ alias FD (42), warga negara asing asal Irak. Rekaman CCTV menunjukkan pelaku memantau korban sebelum melakukan pembunuhan.
Kakak korban, Dian Puspitasari, mengungkapkan bahwa Dewhinta dan FD telah berpisah secara tidak resmi setelah adanya talak secara lisan. Hubungan keduanya sempat tidak harmonis, dengan seringnya terjadi pertengkaran. Pelaku ditangkap setelah sempat melarikan diri dan kini menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polda Metro Jaya.
Kronologi Kejadian
- Pemantauan Pelaku: Rekaman CCTV menunjukkan pelaku mondar-mandir di sekitar lokasi sebelum kejadian, bahkan sempat bolak-balik menggunakan sepeda motor pada Kamis (19/3/2026) malam.
- Detik-detik Pembunuhan: Pelaku terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam dan keluar beberapa menit kemudian dengan penampilan berbeda.
- Penemuan Jasad: Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di atas kasur dengan luka sayatan di bagian leher serta luka di kepala.
- Barang Bukti: Polisi menemukan pakaian berlumuran darah, karpet, dan gagang cangkul yang diduga digunakan dalam aksi pembunuhan.
Hubungan Korban dan Pelaku
- Dewhinta dan FD menikah secara siri sejak 2019 dan sempat tinggal di Puncak, Bogor, sebelum akhirnya menetap di Cipayung.
- Hubungan keduanya mulai berubah setelah Dewhinta aktif bekerja dan memiliki banyak aktivitas di luar rumah, yang diduga memicu kecemburuan dari pihak suami.
- Dewhinta pernah mengalami keguguran hingga tiga kali, dengan dukungan yang kurang dari suaminya.
Penyelidikan dan Penangkapan
- Pelaku sempat melarikan diri dan ditangkap di ruas tol menuju Merak pada hari yang sama.
- Pelaku merupakan warga negara asing dan belum fasih berbahasa Indonesia.
- Kasus ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian secara menyeluruh.
