Lebaran seharusnya jadi hari kemenangan, tapi bagi Irmahayani dan anak-anaknya, takbir hanya bergema di antara debu jalan dan panas tenda darurat. Di Kampung Benuaraja, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, keluarga ini merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah dalam kondisi yang jauh dari layak.
Banjir yang melanda November 2026 lalu memaksa mereka kehilangan tempat tinggal. Sejak itu, mereka bertahan di tenda darurat yang berdiri hanya sekitar satu meter dari badan jalan. Debu beterbangan setiap kendaraan melintas, siang hari terasa menyengat, malam pun tak pernah benar-benar tenang.
Kondisi Hidup di Tenda Darurat
- Semua aktivitas dilakukan di ruang sempit yang sama: memasak, mencuci, hingga beristirahat.
- Kebersihan dan kesehatan terganggu: Irmahayani terpaksa bergantung pada belas kasihan tetangga atau fasilitas umum untuk kebutuhan dasar seperti buang air.
- Anak-anak terdampak: Debu jalanan membuat kesehatan terganggu, sementara panas siang hari dan bising kendaraan di malam hari membuat mereka sulit beristirahat.
Harapan yang Terus Menunggu
- Bantuan yang belum datang: Hingga kini, Irmahayani mengaku belum menerima bantuan yang berarti, baik dari pemerintah maupun pihak kampung.
- Pertanyaan polos yang menyakitkan: "Anak saya bilang, ‘Mak kita di sini sampai kapan?’ Sedih kali dengarnya," ujar Irmahayani.
- Harapan sederhana: Ia berharap ada kepedulian nyata dari pemerintah agar mereka bisa bangkit kembali, setidaknya untuk membersihkan rumah dan kembali hidup layak seperti sebelum banjir.
Di saat takbir berkumandang di mana-mana, kemenangan itu terasa jauh bagi Irmahayani. Lebaran yang seharusnya jadi hari paling membahagiakan, justru berubah jadi pengingat bahwa mereka masih terjebak dalam sulitnya hidup di pengungsian, berjuang setiap hari, sambil menunggu bantuan yang tak pernah benar-benar datang.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaHanya 604 ribu dari 5,7 juta Aceh tercover JKA","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":70,"LongTermValue":85,"Education":80,"FinalScore":82,"Summary":"Hanya 604.446 jiwa dari 5,7万人
Dalam tekanan fiskal seberat itu, memilih siapa yang ditanggung dan siapa yang tidak adalah pilihan yang menyakitkan.
Warga Gampong Jawa Lama Terima Bantuan Baitul Mal Pasca Kebakaran 84 Rumah
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui Keuchik Gampong Jawa Lama, Samsul, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran
Warga Aceh Tamiang Gugat Pemerintah, Minta Status Bencana Nasional
Penggugat meminta hakim PTUN memerintahkan pemerintah segera menetapkan status bencana nasional atas bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. MODUSACEH.CO, Jakarta | KORBAN banjir dan t
:Korban Kebakaran Pardede Lhokseumawe Harap Bantuan Pemerintah untuk Bangun Rumah
SIANG itu, Selasa, 5 Mei 2026, matahari berdiri tegak di atas Kota Lhokseumawe. Panas menggantung berat di udara. Jalanan dipenuhi lalu lalang...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.