Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Harga Emas di Aceh Melonjak Rp 200 Ribu per Mayam, Warga Buru-buru Beli

2 jam yang lalu

Harga emas di Aceh mengalami lonjakan tajam pada Rabu (8/4/2026). Kenaikan ini mencapai Rp 150.000 hingga Rp 200.000 per mayam, mencatatkan lonjakan harian terbesar sepanjang bulan April 2026. Kenaikan ini dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global dan nasional, serta dibukanya kembali jalur strategis Selat Hormuz di Timur Tengah.

Warga Aceh, terutama di Bener Meriah, memanfaatkan momen ini untuk membeli emas. Aktivitas pasar didominasi oleh aksi beli warga yang mencapai 80 persen, bertepatan dengan masa panen raya kopi Gayo. Harga emas Antam di Pegadaian juga meroket menjadi Rp 3.016.000 per gram, sukses merebut kembali level psikologis Rp 3 juta.

Rincian Harga Emas di Aceh

  • Banda Aceh: Kenaikan berkisar antara Rp 160.000 hingga Rp 200.000 per mayam
  • Lhokseumawe: Harga emas murni dan London naik Rp 50.000 per gram atau setara Rp 150.000 per mayam
  • Kota Langsa: Kenaikan Rp 150.000 per mayam untuk jenis kadar tinggi
  • Aceh Tengah: Lonjakan harga mencapai Rp 60.000 per gram untuk emas murni
  • Bener Meriah: Harga emas melambung tinggi, dengan harga buyback emas London di Takengon berada di angka Rp 2.360.000 per gram

Dampak dan Respons Warga

  • Warga Aceh memanfaatkan momen ini untuk membeli emas sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang
  • Aktivitas pasar didominasi oleh aksi beli warga yang mencapai 80 persen
  • Harga buyback (pembelian kembali) naik lebih tinggi sebesar Rp 95.000 menjadi Rp 2.664.000 per gram

Harga Emas Nasional

  • Harga emas Antam di Pegadaian meroket Rp 52.000 menjadi Rp 3.016.000 per gram
  • Emas UBS di level Rp 2.923.000 per gram
  • Emas Galeri24 di harga Rp 2.908.000 per gram

Kondisi pasar yang sedang agresif ini menjadikan emas kian ideal sebagai instrumen lindung nilai jangka panjang bagi masyarakat Aceh.

Harga Emas di Aceh Melonjak Rp 200 Ribu per Mayam, Warga Buru-buru Beli