Banjir besar yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak panjang bagi warga, termasuk kerusakan rumah yang memerlukan rehabilitasi. Di tengah upaya pemulihan, muncul isu pungutan liar (pungli) dari dana bantuan stimulan yang seharusnya diterima korban banjir. Datok Penghulu Kampung Seuneubok Punti, Syafrizal, membantah adanya pemotongan dana dan menjelaskan bahwa uang sebesar Rp3 juta yang dititipkan kepada pendamping desa merupakan biaya tukang yang akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai.
Isu ini bermula dari masyarakat yang belum menerima bantuan, sementara mereka yang sudah menerima memahami mekanisme yang diterapkan. Syafrizal menegaskan bahwa uang tersebut bukan pemotongan, melainkan dana untuk ongkos tukang yang dikelola sementara oleh pihak desa. Ia juga membantah klaim pemotongan dana stimulan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebesar Rp2 juta hingga Rp2,5 juta, dengan menyatakan bahwa sumbangan yang diterima diberikan secara sukarela oleh warga dengan nominal bervariasi.
Klarifikasi dan Tanggapan Pemda
- Pemda Aceh Tamiang turun langsung untuk klarifikasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
- Majelis Duduk Setikar (MDSK) memanggil aparatur desa untuk menjelaskan dugaan pungli.
- Syafrizal menekankan bahwa uang Rp3 juta bukan pemotongan, melainkan biaya tukang yang akan dikembalikan setelah pekerjaan selesai.
- Masyarakat sepakat untuk menitipkan uang tersebut kepada pihak desa untuk menghindari penyalahgunaan.
Dampak dan Langkah Selanjutnya
- Isu ini menciptakan tekanan moral dan menarik perhatian publik terhadap desa Seuneubok Punti.
- MDSK berencana mengadakan pertemuan lanjutan dengan aparatur desa untuk menyelesaikan permasalahan.
- Pemda dan MDSK terus memantau proses rehabilitasi rumah korban banjir untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaEmpati Warga Kembang Tanjong Pada Jalan Inpres Rp24 Miliar di Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), meninjau pembangunan jalan Inpres di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie senilai Rp 24 miliar.
Warga Aceh Khawatir: Kekerasan Daycare Berisiko Timbulkan PTSD pada Anak
Dalam kajian psikologi perkembangan, Dr Wahyu juga menyinggung pentingnya hubungan kelekatan (attachment) antara anak dan pengasuh.
Lift RSUDZA Rusak, AC Tidak Optimal, Warga Aceh Khawatir","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Ombudsman Aceh meng
Sidak ini sidak merupakan tindaklanjut dari sejumlah laporan informasi yang disampaikan masyarakat melalui berbagai kanal pengaduan Ombudsman.
Warga Aceh antre panjang dukcapil setelah JKA dibatasi desil 8-10
IKAT Aceh meminta kebijakan ini dikaji ulang, ditunda penerapannya, dan diperbaiki agar pelayanan kesehatan tetap menjangkau seluruh rakyat Aceh.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.