Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap layanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin, Banda Aceh, pada Kamis (30/4/2026). Inspeksi ini merupakan tindak lanjut dari berbagai pengaduan masyarakat yang masuk melalui saluran Ombudsman mengenai ketidakpuasan layanan.
Tim tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman Aceh Dian Rubianty, meninjau instalasi gawat darurat, ruang rawat inap, poli, dan layanan farmasi, sekaligus menelaah sistem antrean dan alur pelayanan pasien.
Temuan Teknis dan Fasilitas
- Lift di RSUDZA tidak beroperasi, menghambat akses pasien ke lantai atas untuk rawat inap dan poli spesialis.
- Pendingin ruangan (AC) di sejumlah kamar rawat tidak berfungsi optimal, menyebabkan suhu ruang tidak nyaman terutama bagi pasien yang membutuhkan stabilitas suhu.
- Ada kebocoran air di ruang perawatan yang perlu segera diperbaiki untuk mencegah kerusakan struktur dan risiko infeksi.
- Tim Ombudsman membuka layanan PVL On The Spot di kompleks RSUDZA, memberikan layanan pengaduan langsung bagi pasien dan keluarga tanpa perlu datang ke kantor Ombudsman.
- Ombudsman Aceh menegaskan bahwa rumah sakit rujukan terakhir di Aceh harus segera melakukan perbaikan agar layanan sesuai standar nasional dan syariat setempat.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita1.354 KK Langsa Terima Bantuan Banjir, Proses Tahap Dua Masih Berlangsung
“Penyaluran bantuan banjir saat ini terus kami upayakan sebaik mungkin melalui pendataan yang maksimal,” ujar Jeffry di hadapan massa demonstran.
Warga Aceh Utara Khawatir Tetapi Tenang Menerima DTH","PublicImpact":80,"Credibility":90,"Urgency":70,"Evidence":85,"LongTermValue":60,"Education":55,"FinalScore":78,"Summary":"Pemerintah Aceh Utara멤방
Sebanyak 1.620 Kepala Keluarga (KK) penyintas banjir bandang dan tanah longsor yang tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara menerima dana tunggu hunian (DTH) seraya menunggu pembang
Warga Banda Aceh Khawatir Penganiayaan Daycare Ilegal, Tempat Ditutup Permanently
MODUSACEH.CO, Banda Aceh | Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan penganiayaan balita di Daycare Baby Preneur. Dengan penambahan tersebu
Warga Aceh Khawatir: Stok Pangan Tersisa 30 Persen, Ancaman Ketahanan
Penurunan ini dipicu penyaluran bantuan darurat akibat bencana banjir besar pada akhir 2025.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.