Kembalilingkungan

: Warga Aceh Timur Khawatir Banjir Akibat Deforestasi Sawit

Penulis

ajnn.net

Tanggal

04 Mei 2026

: Warga Aceh Timur Khawatir Banjir Akibat Deforestasi Sawit

Lembaga advokasi lokal menyoroti bahwa pembukaan lahan hutan di Kabupaten Aceh Timur untuk perkebunan kelapa sawit telah meningkat secara signifikan. Menurut data 2025, Aceh Timur mencatat tingkat deforestasi tertinggi di provinsi, dengan Kecamatan Birem Bayeun sebagai salah satu titik fokus yang paling parah.

Kehilangan tutupan hutan ini menurunkan daya lenting ekosistem wilayah dan meningkatkan risiko banjir serta longsor, terutama saat hujan deras. Air yang tidak lagi ditahan oleh vegetasi hutan mengalir cepat ke sungai, menyebar ke daerah downstream seperti Kota Langsa, dataran Gayo, dan Aceh Tamiang.

Kondisi dan Risiko

  • Birem Bayeun menjadi area dengan hilangnya hutan paling luas akibat konversi ke sawit.
  • Perusahaan sawit diduga beroperasi tanpa izin yang sah menurut investigasi lembaga advokasi.
  • Konflik agraria terjadi antara perusahaan dan kelompok tani serta masyarakat setempat mengenai penggunaan lahan.
  • Citra satelit menunjukkan perubahan drastis dari hutan rindang menjadi lahan terbuka di daerah pegunungan.
  • Risiko banjir dan longsor meningkat karena tidak ada penahan air di bagian hulu sungai.
  • Dampak potensial tidak hanya terbatas di Aceh Timur, melainkan aliran sungai mencapai wilayah sampai Aceh Tamiang.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.

: Warga Aceh Timur Khawatir Banjir Akibat Deforestasi Sawit - Timeline Aceh