News
Warga Langsa Desak Kejari Audit Bantuan Banjir dan Dugaan Korupsi
5 jam yang lalu
Demonstran di Kota Langsa menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Langsa, Rabu (8/4/2026). Mereka mendesak kejaksaan untuk mengawasi penyaluran bantuan banjir dan mengaudit seluruh bantuan yang telah disalurkan dari APBK. Penanggung jawab aksi, Wahyu Ramadhana, menyatakan bahwa masyarakat tidak mengetahui secara pasti jumlah bantuan banjir yang telah dikucurkan dan apakah bantuan tersebut telah tersalurkan dengan tepat.
Selain persoalan bantuan banjir, demonstran juga menyoroti dugaan kasus korupsi lainnya, seperti pengadaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan Langsa dan kondisi alat berat excavator milik Dinas Pertanian yang terbengkalai dan rusak akibat terendam air asin. Aksi ini diikuti oleh belasan orang yang membawa poster bertuliskan kritik terhadap korupsi dan penanganan banjir.
Poin-Poin Penting
- Desakan Audit Bantuan Banjir: Demonstrasi menuntut transparansi dan audit terhadap penyaluran bantuan banjir dari APBK.
- Dugaan Korupsi: Selain bantuan banjir, demonstran juga menyoroti dugaan korupsi dalam pengadaan TIK di Dinas Pendidikan dan kondisi alat berat yang terbengkalai.
- Aksi Protes: Massa membakar ban bekas di depan Kantor Kejari Langsa sebagai bentuk protes dan menyampaikan kritik terkait penanganan kasus korupsi.
- Respons Kejari: Aksi diterima oleh perwakilan Kejari Langsa, meskipun Kepala Kejari tidak berada di tempat saat aksi berlangsung.
Demonstran menegaskan bahwa aksi ini murni tanpa kepentingan tertentu dan bertujuan untuk menegakkan keadilan dan supremasi hukum di Kota Langsa.
