Banjir bandang yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025 telah menghancurkan sentra produksi garam rebus tradisional di tiga desa, yaitu Desa Lancok, Kecamatan Syamtalira Bayu, serta Desa Matang Tunong dan Desa Kuala Cangkoi di Kecamatan Lapang. Kerusakan ini semakin memperburuk kondisi ekonomi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada sektor kelautan dan perikanan.
Penelitian dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa garam rebus yang diproduksi masyarakat Aceh memiliki kualitas lebih baik dibandingkan garam kerosok yang dihasilkan melalui proses penjemuran. Garam rebus Aceh memiliki kemurnian tinggi dan stabilitas yang baik untuk penggunaan jangka panjang, serta kandungan mikroba yang lebih sedikit.
Potensi dan Tantangan Garam Rebus Aceh
- Kualitas Unggul: Hasil analisis laboratorium BRIN menunjukkan garam rebus Aceh memiliki kemurnian tinggi dan stabilitas yang baik untuk penggunaan jangka panjang.
- Cocok untuk Asam Sunti: Garam rebus Aceh dinilai sangat cocok digunakan sebagai bahan utama pembuatan asam sunti, bumbu khas Aceh yang tidak dapat dibuat menggunakan garam biasa karena rentan menyebabkan pembusukan.
- Metode Perebusan: Metode perebusan dinilai mampu meminimalkan potensi kontaminasi bakteri yang biasanya ditemukan pada lahan penjemuran terbuka.
- Potensi Ekonomi: Jika mendapat dukungan fasilitas, teknologi, dan pemasaran yang memadai, garam rebus Aceh tidak hanya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat pesisir, tetapi juga dapat menjadi komoditas strategis yang berkontribusi terhadap kebutuhan garam konsumsi nasional.
Wakil Ketua Fraksi Karya Independen Amanat Sejahtera (KIAS) DPRK Aceh Utara, Fakhrurrazi, meminta pemerintah daerah dan pusat untuk menghidupkan kembali usaha garam rebus ini. Selain memiliki nilai sejarah, garam rebus Aceh juga memiliki potensi ekonomi besar bagi masyarakat pesisir.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaSPBU Nelayan Aceh Selatan, Akses BBM Naik Untuk UMKM Nelayan
ACEH SELATAN - Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) milik KNTI Aceh Selatan di Desa...
5 Pelaku Curi Minyak Pertamina Dihukum di Aceh Tamiang Warga
Lima pelaku pencurian minyak mentah di wilayah Pertamina EP Rantau Field berhasil ditangkap aparat setelah kepergok warga.
Day Care di Banda Aceh Tanpa Izin, Warga Diawasi Tenang** **
Dari hasil penelusuran tim Pemko Banda Aceh, terungkap bahwa daycare tempat kejadian perkara ternyata tidak memiliki izin operasional...
Pergub JKA Disoroti, Sederhanakan Pasal Berbelit di Aceh | Aceh
BANDA ACEH - Akademisi ekonomi dari Universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi, menilai Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 masih memiliki sejumlah kelemahan...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.