Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Petani Aceh Utara Terancam Kehilangan Penghidupan Akibat Banjir

2 jam yang lalu

Banjir yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025 menyebabkan kerusakan parah pada lahan persawahan. Sebanyak 18.316 hektare atau 46 persen dari total luas baku sawah di Aceh Utara terdampak, dengan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp 600 miliar. Petani di wilayah ini kini menghadapi kesulitan untuk melanjutkan kehidupan mereka tanpa mata pencaharian yang pasti.

Wakil Ketua Fraksi KIAS DPRK Aceh Utara, Fakhrurrazi, menekankan pentingnya percepatan rehabilitasi lahan sawah agar petani dapat kembali beraktivitas. Ia juga menyoroti perlunya penyelesaian pembangunan hunian sementara dan tetap bagi korban banjir yang masih mengungsi.

Dampak Banjir terhadap Pertanian

  • 11.929 hektare tanaman padi mengalami puso.
  • Kerusakan lahan sawah terbagi menjadi tiga kategori:
    • Rusak berat: 4.679 hektare
    • Rusak sedang: 6.447 hektare
    • Rusak ringan: 7.189 hektare
  • Kerusakan tersebar di berbagai kecamatan, terutama di kawasan pesisir dan daerah aliran sungai.

Langkah Pemulihan

  • Rehabilitasi lahan sawah yang tertutup lumpur membutuhkan waktu lama.
  • Pemerintah didesak untuk segera memulai proses rehabilitasi agar petani tidak kehilangan mata pencaharian.
  • Pembangunan hunian sementara dan tetap bagi korban banjir perlu segera diselesaikan.

Dengan kondisi ini, percepatan rehabilitasi lahan pertanian menjadi langkah krusial untuk memulihkan ekonomi masyarakat, khususnya petani yang terdampak langsung oleh bencana banjir.

Petani Aceh Utara Terancam Kehilangan Penghidupan Akibat Banjir