Dewan Perwakilan Rakyat Kota Sabang menunjukkas bahwa dana infak sebesar Rp17,07 miliar yang dialokasikan dalam APBK Tahun Anggaran 2025 tidak pernah disalurkan kepada masyarakat sejak Tahun Anggaran 2022. Dana tersebut menumpuk di kas Baitul Mal Kota Sabang tanpa ada penyaluran real.
Menurut Pansus, penyebab utama adalah tidak ada keputusan Dewan Pengawas Baitul Mal tentang penempatan kegiatan penyaluran dana infak tahun 2025, akibat perselisihan interpretasi Peraturan Wali Kota Nomor 6 Tahun 2022 yang turun dari Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal. Kondisi ini menimbulkan keraguan publik mengenai manajemen zakat dan infak di daerah.
Rekomendasi Pansus dan Dampak Potensial
- Pansus meminta Wali Kota Sabang mengambil langkah tegas guna meningkatkan kepercayaan masyarakat.
- Disarankan dilakukan kajian ulang terhadap peraturan wali kota tentang satuan belanja umum (SUB) agar dana infak dapat disalurkan.
- Sisa lebih anggaran (Silpa) dana infak Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp17,07 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi rumah miskin, biaya rujukan pasien kurang mampu, dan bantuan pendidikan santri.
- Pansus juga menyoroti kondisi aset Baitul Mal seperti Penginapan Barokah yang rusak dan belum diperbaiki karena kurangnya kode rekening kegiatan rehabilitasi.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null] Actually Title string. Provide Title. Let's compute final score maybe 76. Use integer? Probably number. We'll put 76. Now produce JSON. Ensure valid JSON. Use double quotes. Provide ArticleMark
"Semoga ada yang membantu untuk tas sekolah dan peralatan tulis bagi anak-anak korban kebakaran," katanya.
Amdal PT Juya Aceh Mining Akhirnya Dibuka, DLHK Serahkan Dokumen ke P2LH
BANDA ACEH - Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) milik PT Juya Aceh Mining yang sebelumnya tidak tersedia untuk publik, akhirnya...
20.293 Rumah Terdampak Banjir Pidie Jaya Perlu Perpanjangan Transisi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memperpanjang masa transisi penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah kabupaten tersebut.K
: Warga Beutong Ateuh menolak tambang, takut bencana ulang di Aceh
ABDYA - Menjelang siang, udara di Beutong Ateuh Banggalang terasa lebih berat dari biasanya. Di atas jembatan penyeberangan yang menjadi nadi...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.