Kembalipolitik

1.354 Keluarga Langsa Menunggu Bantuan Banjir, Khawatir Bertambah

Penulis

serambinews.com

Tanggal

30 Apr 2026

1.354 Keluarga Langsa Menunggu Bantuan Banjir, Khawatir Bertambah

Forum Korban Banjir Kota Langsa (FKBK) menggelar aksi unjuk rasa kedua kalinya pada Kamis, 30 April 2026, menuntut Wali Kota Langsa Jeffry Sentana S. Putra untuk segera mencairkan bantuan banjir secara adil dan transparan. Massa membaca enam tuntutan yang mencakup penyelidikan penggunaan dana BTT APBK Langsa 2025, pembentukan pansus khusus, hingga pengunduran diri wali kota.

Wali Kota menjelaskan bahwa selama tahap I sekitar 1.354 kepala keluarga telah menerima bantuan yang langsung ditransfer ke rekening masing‑nya, sementara lebih dari 42.000 kepala keluarga telah diajukan untuk tahap berikutnya. Ia menambahkan bahwa dana bantuan banjir berasal dari anggaran pemerintah pusat sekitar Rp2 triliun, di mana hingga saat ini Rp1 triliun telah terealisasi, namun pencairan tahap selanjutnya masih menunggu keputusan pusat.

Detail Tuntutan dan Respons Pemkot Langsa

  • Mendesak pencairan bantuan banjir secara adil tanpa diskriminasi dan nepotisme.
  • Meminta aparat penegak hukum menyelidiki dan menyidik persoalan pendataan, penyaluran bantuan, serta penggunaan dana BTT APBK Langsa 2025.
  • Mendesak DPRK Langsa membentuk panitia khusus (pansus) bantuan banjir untuk memastikan transparansi dan ketepatan sasaran.
  • Menuntut Wali Kota Langsa mundur karena dianggap gagal menangani pemulihan pascabanjir.
  • Meminta penghentian penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di Kota Langsa.
  • Mendesak penangkapan dan pengadilan terhadap pihak‑pihak yang diduga melakukan korupsi dana APBK Langsa.
Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.