Program Work Based Learning yang digagas oleh East West International College (EWIC) Malaysia kini diperluas ke 16 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Aceh. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan lima SMK baru dilakukan pada Selasa, 7 April 2026, di Kyriad Muraya Hotel, Banda Aceh. Kelima sekolah tersebut adalah SMK 1 Lhokseumawe, SMK 2 Lhokseumawe, SMK 1 Sigli, SMK Negeri 3 Karang Baru, dan SMK 1 Takengon.
Program ini telah berjalan sejak Februari 2025 dan telah melibatkan 11 lembaga pendidikan di Banda Aceh dan Aceh Besar. Dengan penambahan ini, total sekolah yang bekerja sama dengan EWIC menjadi 16. Program ini dirancang untuk memberikan kesempatan kepada siswa melanjutkan pendidikan sekaligus memperoleh pengalaman kerja di industri, khususnya sektor perhotelan.
Detail Program Work Based Learning
- Peserta: Sebanyak 60 pelajar asal Aceh telah mengikuti program ini.
- Durasi: Program pendidikan mulai dari diploma dua (D2) dengan masa studi 18 bulan, diploma tiga (D3) selama 30 bulan, hingga program sarjana (S1) di bidang International Hospitality Management.
- Magang: Peserta menjalani pembelajaran yang terintegrasi dengan praktik kerja di industri, termasuk di hotel berbintang di Malaysia.
- Pendanaan: Penghasilan dari kegiatan magang dapat digunakan untuk mendukung biaya pendidikan serta kebutuhan hidup selama masa studi. EWIC juga memberikan dukungan awal berupa pembiayaan visa bagi peserta.
Manfaat Program
- Peningkatan Keterampilan: Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan lulusan dalam memasuki dunia kerja.
- Akses Pendidikan Internasional: Program ini diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi siswa di Aceh untuk memperoleh pendidikan berbasis industri di tingkat internasional.
- Koordinasi dengan Sekolah: Kerja sama yang dilakukan secara langsung dengan sekolah dinilai penting untuk menjaga kejelasan dan koordinasi pelaksanaan.
Rencana ke Depan
- Kunjungan Sekolah: Pihak sekolah yang telah menjalin kerja sama dijadwalkan akan melakukan kunjungan ke Malaysia untuk melihat langsung aktivitas siswa yang tengah mengikuti program tersebut.
- Kuota 2026: EWIC menetapkan kuota sebanyak 300 peserta dari berbagai daerah. Apabila kuota tersebut masih memungkinkan untuk ditambah, kerja sama serupa akan kembali dijajaki dengan sekolah lain di Aceh.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaNelayan Aceh Waspada Gelombang 4 Meter dan Hujan Lebat BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Aceh pada 22-24 Mei 2026, memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang di sejumlah
BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk...
Warga Langkahan Dapat 7 Lokasi Huntap Baru Pasca Banjir","PublicImpact":88,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":80,"LongTermValue":85,"Education":70,"FinalScore":82,"Summary":"Pemkab Aceh UtaraMen
Syarat lokasi relokasi harus bebas dari zona merah banjir. Salah satunya jarak lokasi dari bibir sungai minimal lebih dari 100 meter
APDESI Aceh Khawatir, Minta Gampong Terlibat dalam JKA Baru
BANDA ACEH - Wakil Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Aceh, Bahrul Fazal, meminta Pemerintah Aceh melibatkan perwakilan...
Warga Nagan Raya tenang, cukup KTP KK untuk berobat","PublicImpact":80,"Credibility":85,"Urgency":65,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":70,"FinalScore":75,"Summary":"Pemkab Nagan Raya mengiz
“Bagi masyarakat Nagan Raya, jangan takut untuk berobat ke rumah sakit dan puskesmas, karena sekarang cukup membawa KTP dan KK saja,” ujar Bupati


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.