Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit mendalam terhadap penggunaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Tahun Anggaran 2025 oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh. Desakan ini muncul setelah ditemukan sejumlah kejanggalan dalam pengadaan barang yang diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis) yang ditetapkan pemerintah.
Askhalani, Koordinator GeRAK Aceh, menyatakan bahwa audit perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan kesesuaian antara barang yang dibeli dengan ketentuan yang berlaku. GeRAK juga mengungkap dua temuan utama di lapangan: barang yang disediakan tidak sesuai dengan spesifikasi dalam juknis dan sejumlah sekolah menolak barang yang dikirim karena tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
Temuan Utama
- Barang tidak sesuai juknis: Beberapa barang yang dibeli tidak memenuhi spesifikasi yang ditetapkan dalam juknis.
- Penolakan dari sekolah: Sekolah menolak barang yang dikirim karena tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.
- Pengadaan sebelum juknis terbaru: Disdik Aceh diketahui telah mengontrak proyek pengadaan DAK Fisik 2025 sebelum terbitnya juknis terbaru dari pemerintah pusat.
- Total anggaran: Rp 76 miliar terbagi dalam 128 paket pengadaan, dengan satu perusahaan mengelola hingga 30 paket proyek.
Desakan untuk Audit Forensik
GeRAK Aceh meminta BPK untuk melakukan audit forensik guna mengungkap potensi penyimpangan serta memastikan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. BPK diharapkan dapat memastikan apakah barang-barang yang dibeli benar-benar sesuai dengan juknis atau tidak.
Konteks Pengadaan
Juknis terbaru DAK Fisik 2025 baru disahkan pada 16 Juni 2025 melalui Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2025, yang mencabut aturan sebelumnya, yakni Perpres Nomor 57 Tahun 2024. Seluruh perusahaan pelaksana disebut ditunjuk langsung tanpa melalui proses seleksi harga.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Tamiang alami pemadaman listrik akibat pencurian kabel SKTM
Jaringan listrik di Aceh Tamiang mengalami gangguan akibat maraknya pencurian saluran kabel tegangan menengah (SKTM).
Warga Aceh Tengah Merasa Diberi Kepedulian Melalui Bantuan Daging Presiden
ACEH TENGAH — Seekor sapi limosin berbobot 824 kilogram bantuan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, disembelih di halaman Masjid...
:null} Please provide JSON only. Let's produce final JSON with Title as string, etc. Ensure proper JSON escaping for markdown string (need to escape newlines?). We'll include markdown as a string with
BENER MERIAH — Enam bulan setelah banjir bandang memutus akses nasional Takengon–Bireuen, warga Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten...
Masyarakat Aceh Khawatir Tenang Saat Otsus Naik Menjadi 2,5% DAU
Baleg DPR RI resmi menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) menjadi RUU


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.