GeRAK Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) menuduh adanya penyimpangan anggaran dalam program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA). Mereka menilai penggunaan dana yang tidak transparan berpotensi menjadi tindak pidana korupsi dan mengancam akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Anggaran JKA yang Hilang
- Awal pembahasan anggaran JKA mencapai Rp 806 miliar dan bahkan pernah diinput hingga angka tersebut.
- Dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), anggaran tersebut tercatat hanya Rp 549 miliar.
- Laporan terbaru menunjukkan sisa pagu anggaran JKA tinggal sekitar Rp 114 miliar.
- Penurunan signifikan ini berisiko mengurangi layanan kesehatan untuk ribuan warga Aceh yang bergantung pada JKA.
- GeRAK meminta audit menyeluruh dari awal perencanaan hingga penggunaan anggaran untuk memastikan akuntabilitas.
Tantangan Transparansi Keuangan Daerah
DPRA menegaskan bahwa perubahan pagu anggaran tidak pernah didiskusikan bersama dewan dan mereka tidak mendapatkan penjelasan siapa yang mengalihkan dana. Mereka juga menyoroti bahwa penggunaan dana untuk penanganan bencana melalui transfer ke daerah (TKD) seharusnya tidak mengganggu alokasi program kesehatan strategis seperti JKA. Sekretaris Daerah diminta memberikan keterbukaan terkait perubahan pagu anggaran agar kepercayaan publik dapat dipulihkan.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Aceh Khawatir: Kekerasan Daycare Berisiko Timbulkan PTSD pada Anak
Dalam kajian psikologi perkembangan, Dr Wahyu juga menyinggung pentingnya hubungan kelekatan (attachment) antara anak dan pengasuh.
Lift RSUDZA Rusak, AC Tidak Optimal, Warga Aceh Khawatir","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":70,"Evidence":60,"LongTermValue":70,"Education":60,"FinalScore":77,"Summary":"Ombudsman Aceh meng
Sidak ini sidak merupakan tindaklanjut dari sejumlah laporan informasi yang disampaikan masyarakat melalui berbagai kanal pengaduan Ombudsman.
Empati Warga Kembang Tanjong Pada Jalan Inpres Rp24 Miliar di Aceh
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), meninjau pembangunan jalan Inpres di Kecamatan Kembang Tanjong, Pidie senilai Rp 24 miliar.
Warga Aceh antre panjang dukcapil setelah JKA dibatasi desil 8-10
IKAT Aceh meminta kebijakan ini dikaji ulang, ditunda penerapannya, dan diperbaiki agar pelayanan kesehatan tetap menjangkau seluruh rakyat Aceh.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.