BPBD Kabupaten Bireuen mengkonfirmasi bahwa proses verifikasi korban banjir tahap II masih berjalan dan belum selesai. Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara Pemkab Bireuen, Muhajir, setelah munculnya data korban yang tersebar melalui akun TikTok King Bireuen.
Data yang diposting akun tersebut menyebarkan nama, alamat, nomor KK dan NIK warga, sehingga menimbulkan kebingungan di kalangan penyintas dan kepala desa. Selain menyalahi perundang-undangan tentang administrasi kependudukan dan informasi elektronik, kebocoran data pribadi berpotensi disalahgunakan untuk tindak pidana siber.
Fakta serta Risiko yang Perlu Diketahui
- Proses verifikasi korban banjir tahap II berada di bawah pengawasan BNPB dan masih dalam tahap input data.
- Data yang ditesarkan oleh akun TikTok King Bireuen bukan hasil resmi dan tidak sah untuk referensi apapun.
- Pembarangan NIK, KK, nama, dan alamat melanggar UU No. 24/2013 tentang Sisminduk dan UU No. 1/2024 tentang ITE.
- Warga diharapkan menunggu pengumuman resmi dari BPBD Bireuen dan tidak membagikan data yang tidak diverifikasi guna mencegah kebingungan dan penyalahangan data pribadi.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null}? Wait need correct JSON. Use Title string. Provide Title as decided. Provide numeric scores. Provide Summary string. Provide Category string. Provide Publish true. Provide RejectReason null.
DPRA melalui Komisi VI menyatakan dukungan agar PORA XV tetap digelar sesuai jadwal pada November 2026 di Aceh Jaya.
Warga Lhang deuhrngang setelah polisi tangkap pengedar sabu di Aceh Barat Daya
“Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Abdya untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tambah Hermansyah.
: Wali Kota Subulussalam menunggu SK, berharap SNT buka sekolah untuk Aceh Singkil
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) segera dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Kehadiran sekolah ini diharapkan membuka
Warga Miskin Aceh Ditolak Berobat karena Data Desil Salah","PublicImpact":85,"Credibility":70,"Urgency":75,"Evidence":55,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":75,"Summary":"Anggota DPRK Aceh┬
"Pembatasan berdasarkan desil yang awalnya bertujuan agar program ini tepat sasaran, kini menjadi permasalahan yang meluas.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.