Banjir besar yang melanda Aceh Tengah dan Bener Meriah pada November tahun lalu meninggalkan dampak berat bagi masyarakat. Salah satu desa yang terdampak parah adalah Desa Delung Sekinel, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, di mana sekitar 90 persen lahan pertanian dan perkebunan warga rusak dan hilang.
Untuk meringankan beban masyarakat, Ikatan Alumni Universitas Syiah Kuala (IKA USK) melakukan bakti sosial bertajuk "Saweu Syedara". Program ini fokus pada penataan fasilitas ibadah dan penyaluran perlengkapan ibadah seperti Al-Qur’an, sound portabel, lampu tenaga surya, kipas angin, ambal, dan sajadah.
Lokasi dan Dampak Bantuan
- Desa Delung Sekinel: Sebagian besar warga menggantungkan hidup sebagai petani durian dan buruh perusahaan getah pinus. Banjir menyebabkan kerusakan parah pada lahan pertanian dan permukiman.
- Desa Rawe, Kecamatan Lut Tawar: Menerima bantuan untuk penataan sarana ibadah.
- Desa Pondok Balek, Kecamatan Ketol: Menerima bantuan serupa.
- Desa Rembele dan Desa Lampahan Barat, Bener Meriah: Juga menerima bantuan dari IKA USK.
Kebutuhan Mendesak
Masyarakat Desa Delung Sekinel masih membutuhkan bantuan lebih lanjut, terutama dalam penyediaan sumber air bersih. Reje Desa Delung Sekinel, Sudirman, mengungkapkan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah sumur bor.
Dukungan Moral dan Silaturahmi
Ketua Umum PP IKA USK, Amal Hasan, menekankan bahwa kehadiran para alumni tidak hanya untuk menyalurkan bantuan, tetapi juga untuk memberikan dukungan moral dan mempererat silaturahmi. Ia berharap kepedulian sosial terhadap para korban banjir terus berlanjut hingga masyarakat benar-benar pulih.
Tantangan Pasca-Bencana
Amal Hasan juga menyoroti pentingnya penanganan pascabencana yang tidak hanya fokus pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga persoalan sosial dan ekonomi masyarakat. Ia mengajak berbagai pihak, termasuk pemerintah dan lembaga sosial, untuk terus memberikan perhatian terhadap para penyintas.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita5 Pelaku Curi Minyak Pertamina Dihukum di Aceh Tamiang Warga
Lima pelaku pencurian minyak mentah di wilayah Pertamina EP Rantau Field berhasil ditangkap aparat setelah kepergok warga.
SPBU Nelayan Aceh Selatan, Akses BBM Naik Untuk UMKM Nelayan
ACEH SELATAN - Menteri Koperasi RI, Ferry Juliantono, meresmikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) milik KNTI Aceh Selatan di Desa...
Day Care di Banda Aceh Tanpa Izin, Warga Diawasi Tenang** **
Dari hasil penelusuran tim Pemko Banda Aceh, terungkap bahwa daycare tempat kejadian perkara ternyata tidak memiliki izin operasional...
Pergub JKA Disoroti, Sederhanakan Pasal Berbelit di Aceh | Aceh
BANDA ACEH - Akademisi ekonomi dari Universitas Syiah Kuala, Rustam Effendi, menilai Pergub Aceh Nomor 2 Tahun 2026 masih memiliki sejumlah kelemahan...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.