Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Warga Pining Gayo Lues Keresahan, Jembatan Rusak Belum Dibangun

4 jam yang lalu

Banjir yang melanda Kabupaten Gayo Lues pada 2025 telah meninggalkan dampak panjang bagi warga Kecamatan Pining. Jembatan utama yang menjadi akses vital bagi masyarakat rusak parah dan hingga saat ini belum dibangun kembali. Kondisi ini menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga, terutama dalam hal akses layanan kesehatan dan pendidikan.

Anggota DPR RI, H. Irmawan, menyoroti urgensi pembangunan jembatan tersebut. Ia menekankan bahwa keterlambatan dalam pembangunan infrastruktur ini berisiko memperburuk keselamatan dan aktivitas sehari-hari warga Pining.

Dampak Terhadap Masyarakat

  • Akses Layanan Kesehatan: Proses evakuasi pasien yang memerlukan rujukan ke RSU Muhammad Ali Kasim harus dilakukan dengan menyeberangi sungai, yang berisiko tinggi.

  • Pendidikan Anak: Anak-anak sekolah dasar harus bertaruh nyawa setiap hari untuk menuntut ilmu karena akses yang terputus.

  • Aktivitas Sehari-hari: Warga menghadapi kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk akses ke pasar dan layanan publik lainnya.

Desakan kepada Pemerintah

Irmawan meminta pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret dalam pembangunan kembali jembatan tersebut. Ia juga mendesak perusahaan atau pihak pelaksana yang ditunjuk untuk bekerja cepat, profesional, dan tepat waktu. "Pemerintah pusat harus segera turun tangan, dan perusahaan yang ditunjuk tidak boleh lamban. Ini bukan proyek biasa, ini menyangkut hidup orang banyak," tegasnya.

Harapan Masyarakat

Masyarakat Pining berharap ada langkah cepat dan nyata dari pemerintah. Mereka sudah terlalu lama menunggu kepastian dan solusi atas masalah infrastruktur yang mendesak ini. Percepatan pembangunan jembatan diharapkan dapat mengembalikan aktivitas warga ke kondisi normal dan mengurangi risiko yang dihadapi setiap hari.

Warga Pining Gayo Lues Keresahan, Jembatan Rusak Belum Dibangun