Isu mosi tidak percaya terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, oleh 67 anggota DPRA dinilai sebagai manuver politik yang sarat kepentingan dan berpotensi mengganggu stabilitas internal lembaga legislatif Aceh. Anggota DPRA dari daerah pemilihan (Dapil) 9, Romi Syah Putra, secara tegas membantah kabar tersebut dan menilai narasi mosi tidak percaya sebagai bagian dari skenario politik yang bertujuan mengadu domba serta meretakkan soliditas antaranggota dewan.
Menurut Romi, kepemimpinan Zulfadhli justru dinilai mampu menjaga komunikasi lintas fraksi tetap cair dan konstruktif. Ia menegaskan bahwa tidak ada urgensi politik untuk menggulirkan mosi tidak percaya dan menyoroti potensi dampak negatif penyebaran isu tersebut terhadap ketidakpercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Pernyataan Romi Syah Putra
- Membantah Isu Mosi Tak Percaya: Romi menegaskan bahwa sampai hari ini tidak ada mosi tidak percaya yang diajukan.
- Menilai Isu sebagai Intrik Politik: Ia melihat isu ini sebagai upaya untuk memecah belah internal DPRA.
- Kepemimpinan Zulfadhli: Romi menilai Zulfadhli mampu menjaga komunikasi lintas fraksi tetap cair dan konstruktif.
- Dampak Negatif: Penyebaran isu ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
- Ajakan untuk Stabilitas: Romi mengajak seluruh pihak untuk menghentikan praktik politik insinuatif dan fokus pada kerja nyata untuk rakyat.
Romi juga mengingatkan bahwa framing isu mosi tidak percaya dapat menjadi instrumen delegitimasi terhadap kepemimpinan yang sah dan memperkeruh situasi politik daerah. Ia menegaskan bahwa DPRA tetap solid dan bekerja seperti biasa, mendukung kepemimpinan Ketua DPRA Zulfadhli.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Lhokseumawe Hadapi 580 ODGJ, Layanan Kesehatan Masih Terbatas
LHOKSEUMAWE - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mencatat sebanyak 580 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebar di tujuh puskesmas di wilayah...
Petani Aceh Harap Lahan Sawah Kembali Produktif Setelah Dana Rp 380 M
Pemerintah Aceh saat ini fokus mempercepat seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga konstruksi dan pengolahan lahan
Warga Jamat Aceh Tengah Merasakan Kebebasan Kembali lewat Jembatan Bailey
ACEH TENGAH - Suara gemuruh air Sungai Kala Ili masih terdengar deras, seperti mengingatkan pada hari ketika segalanya berubah. Pagi itu, 26 November...
: PNS Pidie, Aceh Menang Gugatan Gaji 5 Tahun, Masih Menunggu Pembayaran
kemenangan ini bukan sekadar putusan hukum, tetapi juga cerminan keteguhan para PNS dalam memperjuangkan hak mereka sebagai warga negara


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.