News
Isu Mosi Tak Percaya DPRA Dinilai Adu Domba, Soliditas Anggota Tetap Terjaga
2 jam yang lalu
Isu mosi tidak percaya terhadap Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Zulfadhli, oleh 67 anggota DPRA dinilai sebagai manuver politik yang sarat kepentingan dan berpotensi mengganggu stabilitas internal lembaga legislatif Aceh. Anggota DPRA dari daerah pemilihan (Dapil) 9, Romi Syah Putra, secara tegas membantah kabar tersebut dan menilai narasi mosi tidak percaya sebagai bagian dari skenario politik yang bertujuan mengadu domba serta meretakkan soliditas antaranggota dewan.
Menurut Romi, kepemimpinan Zulfadhli justru dinilai mampu menjaga komunikasi lintas fraksi tetap cair dan konstruktif. Ia menegaskan bahwa tidak ada urgensi politik untuk menggulirkan mosi tidak percaya dan menyoroti potensi dampak negatif penyebaran isu tersebut terhadap ketidakpercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
Pernyataan Romi Syah Putra
- Membantah Isu Mosi Tak Percaya: Romi menegaskan bahwa sampai hari ini tidak ada mosi tidak percaya yang diajukan.
- Menilai Isu sebagai Intrik Politik: Ia melihat isu ini sebagai upaya untuk memecah belah internal DPRA.
- Kepemimpinan Zulfadhli: Romi menilai Zulfadhli mampu menjaga komunikasi lintas fraksi tetap cair dan konstruktif.
- Dampak Negatif: Penyebaran isu ini berpotensi menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap lembaga legislatif.
- Ajakan untuk Stabilitas: Romi mengajak seluruh pihak untuk menghentikan praktik politik insinuatif dan fokus pada kerja nyata untuk rakyat.
Romi juga mengingatkan bahwa framing isu mosi tidak percaya dapat menjadi instrumen delegitimasi terhadap kepemimpinan yang sah dan memperkeruh situasi politik daerah. Ia menegaskan bahwa DPRA tetap solid dan bekerja seperti biasa, mendukung kepemimpinan Ketua DPRA Zulfadhli.
