Warga Aceh Utara dihadapkan pada Dua Tuntutan Perdata dan Pidana Terkait Fidusia Sepeda Motor
Di Lhokseumawe, jaksa meminta hukuman penjara masing-masing dua tahun bagi Naz dan anaknya Ilham Ahmad karena diduga mengalihkan dua unit sepeda motor yang dijamin fidusia. Kasus ini melibatkan kredit bermotor dengan total kerugian bagi PT FIFGroup Cabang Lhokseumawe sebesar Rp 51,16 juta.
Latar Belakang Kasus Fidusia di Aceh Utara
- Para terdakwa didakwa melanggar Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 mengenai jaminan fidusia dengan mengalihkan kendaraan tanpa persetujuan tertulis.
- Sebelumnya, terdakwa mengajukan kredit untuk Honda Scoopy Prestige dan Honda Beat Sporty DLX Smart Key pada akhir 2023 dan 2024.
- Kendaraan tersebut kemudian dijual atau digadai ke pihak ketiga pada Maret 2025 dan April 2025, tanpa izin pemegang hak fidusia.
- Jaksa juga menyita bukti kontrak dan BPKB serta meminta pengembalian aset ke PT FIFGroup Lhokseumawe.
Konsekuensi Hukum yang Dinantikan
- Tuntutan pidana mencakup dua tahun penjara dikurangi masa tahanan, ditambah ganti rugi sebesar Rp 51,16 juta kepada perusahaan pembiayaan.
- Hak penahanan terdakwa Nazrani tetap dituntut, sementara kedua terdakwa juga dikenakan biaya perkara sebesar Rp 2.000.
- Putusan akhir akan dikeluarkan oleh majelis hakim dalam sidang berikutnya.
- Kasus ini menyoroti pentingnya kepatuhan kontrak kredit dan akibat kerugian finansial terhadap lembaga keuangan di wilayah Aceh Utara.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaStok Beras Capai 5 Juta Ton, Sigli Kontribusi Signifikan di Aceh
Stok beras itu menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat. Juga mendukung program-program pemerintah
Pengacara Banda Aceh Diserahkan Jaksa, Pemerkosaan Anak di Kuta Alam
Penyerahan ini terkait dugaan tindak pidana jarimah pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang dilakukan oleh tersangka...
Aceh Desak Pemerintah Pusat Keruk Kualus demi Nelayan dan Anti Banjir
Mualem menyoroti kondisi lingkungan, khususnya sungai yang mulai melebar dan kuala di kawasan pesisir yang belum tertangani dengan baik
Produk Unggulan Aceh Barat Dilindungi Kemenkum | Warga Usaha Aman
Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Aceh terus berupaya membentengi produk unggulan lokal di Kabupaten Aceh Barat agar memiliki daya saing tinggi di pasar nasional. "Kita i


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.