KembaliBerita

Jembatan Putus di Pante Ceureumen, Pendidikan dan Ekonomi Warga Tersendat

Ditulis oleh

serambinews.com

Tanggal

21 April 2026
Jembatan Putus di Pante Ceureumen, Pendidikan dan Ekonomi Warga Tersendat

Putusnya jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Jambak dan Canggai, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, akibat banjir bandang, menyebabkan aktivitas warga lumpuh. Akses pendidikan bagi siswa serta kegiatan ekonomi masyarakat ikut terganggu.

Sejak jembatan tersebut rusak total, para siswa tidak lagi dapat menyeberang untuk bersekolah di Gampong Jambak. Kondisi ini membuat proses belajar mengajar tidak berjalan normal, bahkan sebagian siswa terpaksa belajar di bawah tenda darurat.

Dampak Terhadap Pendidikan

  • Siswa kesulitan bersekolah: Akses utama terputus, membuat siswa dari Canggai tidak dapat menjangkau lokasi sekolah.
  • Belajar di tenda darurat: Sebagian siswa terpaksa belajar dalam kondisi darurat.
  • Guru mendatangi wilayah Canggai: Sebagai langkah sementara, guru mengajar di kantor desa, namun kondisi ini dinilai tidak ideal dan berisiko terhadap keselamatan.

Dampak Terhadap Ekonomi

  • Petani kesulitan menuju kebun: Akses utama terputus, sehingga aktivitas mata pencaharian mereka ikut terganggu.
  • Kegiatan ekonomi masyarakat lumpuh: Warga kesulitan melakukan aktivitas ekonomi sehari-hari.

Desakan kepada Pemerintah

  • Keuchik Gampong Jambak, Lainiadi, mendesak pemerintah segera membangun kembali jembatan yang menjadi urat nadi penghubung kedua wilayah tersebut.
  • Minimnya perhatian pemerintah: Aceh Barat, khususnya Pante Ceureumen, seolah tidak dianggap terdampak bencana, menyusul tidak adanya alokasi dana Transfer ke Daerah (TKD) tambahan tahun ini.
  • Pemerintah diminta turun langsung: Untuk melihat kondisi nyata yang dihadapi warga dan mempercepat penanganan infrastruktur vital.

Kondisi Darurat

  • Satu unit sekolah dasar hanyut: Akibat banjir bandang, siswa di Gampong Jambak terpaksa belajar dalam kondisi darurat.
  • Kondisi berbahaya: Anak-anak dari Canggai tidak bisa lagi menyeberang sungai, mengancam keselamatan mereka.

Warga masih bertahan dengan keterbatasan akses, sementara kebutuhan akan jembatan penghubung semakin mendesak untuk memulihkan kembali aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat.

#Aceh#Berita#Sosial
Bagikan

Baca Sumber Asli

Ingin memverifikasi informasi lebih lanjut?

Kunjungi Website