Banjir yang melanda Gampong Salah Sirong Jaya, Kecamatan Jeumpa, Bireuen, pada November 2025 lalu masih meninggalkan dampak yang mendalam bagi warga. Hingga Rabu malam, 25 Maret 2026, lima kepala keluarga dari gampong tersebut terpaksa mendirikan tenda di halaman Kantor Bupati Bireuen, menyusul pengungsi lain yang sudah lebih dulu berada di lokasi tersebut. Mereka datang dengan harapan untuk memperjuangkan hak-hak mereka sebagai korban bencana yang belum terpenuhi.
Para pengungsi mengeluhkan belum adanya hunian sementara (Huntara) maupun Dana Tunggu Hunian (DTH) yang seharusnya mereka terima. Marzuki, salah satu korban, mengaku kehilangan rumah beserta seluruh isinya saat banjir melanda. Ia dan keluarganya telah bertahan di tenda pengungsian selama hampir empat bulan sebelum memutuskan untuk pindah ke halaman kantor bupati. "Kami sudah tidak tahan hidup kepanasan di tenda, di kampung. Karena itu kami datang ke sini, bergabung dengan yang lain untuk menuntut hak kami sebagai korban bencana," ujar Marzuki.
Kondisi Pengungsi
- Tenda darurat: Tiga tenda darurat milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dipasang di sisi selatan musala Kantor Bupati Bireuen.
- Kehilangan rumah dan lahan: Marzuki dan Wahruddin, dua korban banjir, mengaku kehilangan rumah dan lahan mereka yang berubah menjadi aliran sungai.
- Keterbatasan tenda: Beberapa korban terpaksa menumpang di rumah warga karena keterbatasan tenda di kampung mereka.
Tuntutan Pengungsi
- Hunian Sementara (Huntara): Para pengungsi menuntut penyediaan hunian sementara yang layak.
- Dana Tunggu Hunian (DTH): Mereka juga menagih Dana Tunggu Hunian untuk membantu kebutuhan sehari-hari.
- Jaminan Hidup (Jadup): Selain Huntara dan DTH, warga juga menuntut Jaminan Hidup (Jadup).
- Hunian Tetap (Huntap): Pengungsi berharap adanya kejelasan mengenai pembangunan hunian tetap bagi korban yang kehilangan rumah dan lahan.
Perkembangan Terkini
- Jumlah pengungsi bertambah: Hingga hari ini, total sembilan tenda darurat milik BNPB telah berdiri di halaman Kantor Bupati Bireuen.
- Aksi berlangsung sejak 12 Maret: Aksi bertahan di pusat pemerintahan ini sudah berlangsung sejak Kamis, 12 Maret 2026.
- Perkiraan jumlah pengungsi akan terus bertambah: Salah satu korban memperkirakan bahwa jumlah pengungsi akan terus bertambah di hari-hari mendatang.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null] Actually Title string. Provide Title. Let's compute final score maybe 76. Use integer? Probably number. We'll put 76. Now produce JSON. Ensure valid JSON. Use double quotes. Provide ArticleMark
"Semoga ada yang membantu untuk tas sekolah dan peralatan tulis bagi anak-anak korban kebakaran," katanya.
Amdal PT Juya Aceh Mining Akhirnya Dibuka, DLHK Serahkan Dokumen ke P2LH
BANDA ACEH - Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) milik PT Juya Aceh Mining yang sebelumnya tidak tersedia untuk publik, akhirnya...
20.293 Rumah Terdampak Banjir Pidie Jaya Perlu Perpanjangan Transisi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memperpanjang masa transisi penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah kabupaten tersebut.K
: Warga Beutong Ateuh menolak tambang, takut bencana ulang di Aceh
ABDYA - Menjelang siang, udara di Beutong Ateuh Banggalang terasa lebih berat dari biasanya. Di atas jembatan penyeberangan yang menjadi nadi...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.