News
Kopi Gayo Dioplos, Harga Anjlok Rp 70 Ribu per Kaleng, Petani Aceh Tengah Terancam
16 jam yang lalu
Harga kopi Arabika Gayo di Aceh Tengah mengalami penurunan drastis dalam beberapa hari terakhir. Dari harga Rp 270 ribu per kaleng dua pekan lalu, kini harga jual biji kopi hanya sebesar Rp 200 ribu per kaleng. Penurunan ini diduga disebabkan oleh pencampuran kopi Gayo dengan kopi dari luar daerah, yang mengakibatkan kualitasnya menurun.
Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda), Zam Zam Mubarak, menyerukan kepada pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk segera bertindak. Kopi Arabika Gayo merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat di Dataran Tinggi Gayo dan telah mendapatkan indikasi geografis sebagai aset strategis nasional.
Dampak Penurunan Harga Kopi Gayo
- Penurunan harga: Dari Rp 270 ribu menjadi Rp 200 ribu per kaleng dalam dua pekan.
- Dugaan pencampuran: Kopi Gayo diduga dioplos dengan kopi luar, menurunkan kualitas.
- Ancaman kesejahteraan petani: Kopi merupakan sumber penghidupan utama masyarakat di Aceh Tengah.
- Seruan tindakan tegas: Dekopinda mendesak pemerintah dan APH untuk melindungi kopi Gayo dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Zam Zam menekankan bahwa kopi Arabika Gayo sudah selayaknya mendapatkan prioritas dalam kebijakan pemerintah daerah. Dia berharap bahwa pembiaran masuknya kopi luar ke wilayah Gayo tidak akan memperparah bencana yang sedang terjadi.
