News
Ratusan KK di Aceh Utara Bertahan di Gubuk Terpal Pasca Banjir
2 jam yang lalu
Ratusan kepala keluarga (KK) di Gampong Leubok Pusaka, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, masih hidup dalam kondisi serba terbatas di pengungsian pasca banjir yang melanda sejak akhir November 2025. Banjir tersebut menyebabkan kerusakan parah pada rumah-rumah warga, dengan lebih dari 400 KK mengalami kerusakan kategori berat hingga hanyut terbawa arus.
Saat ini, sebanyak 101 KK telah menempati hunian sementara (huntara) yang tersedia, namun lebih dari 300 KK lainnya masih bertahan di gubuk darurat beratap terpal, rumah saudara, atau menyewa rumah. Pembangunan huntara tambahan masih dalam tahap peninjauan lahan oleh Kantor Pertanahan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tanpa kepastian kapan pembangunan akan dimulai.
Dampak Banjir terhadap Kehidupan Warga
- Kerugian Ekonomi: Banjir melumpuhkan sekitar 80% perekonomian warga, terutama karena lahan pertanian sebagai sumber utama penghasilan rusak parah.
- Kondisi Pengungsian: Warga terpaksa tinggal di gubuk darurat dengan atap dan dinding terpal, atau menyewa rumah karena huntara belum tersedia.
- Gangguan Tradisi: Tradisi pawai obor dan silaturahmi saat Lebaran tidak lagi terlihat, warga lebih banyak berdiam diri di pengungsian.
- Bantuan Terhambat: Bantuan yang dijanjikan belum terealisasi, sementara pembangunan huntara masih dalam tahap awal.
Tantangan dan Harapan
Keuchik Leubok Pusaka, Janni, menyatakan bahwa pembangunan huntara tambahan masih dalam tahap peninjauan lahan. Ia berharap pembangunan segera dimulai untuk memberikan tempat tinggal layak bagi warga yang terdampak banjir. Selain itu, bantuan yang dijanjikan juga diharapkan segera terealisasi untuk membantu pemulihan perekonomian warga.
