Warga korban banjir bandang di Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Bener Meriah, menghadapi krisis air bersih sejak Rabu, 25 Maret 2026. Mereka terpaksa mengambil air dari meunasah setempat menggunakan ember dan timba, bahkan untuk mencuci pakaian, warga harus menggunakan air parit di sekitar hunian sementara (huntara).
Koordinator LSM Pukes, Suwandris Zetha, menyebut kondisi ini sebagai bentuk kelalaian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar korban bencana. Selain masalah air, kondisi fisik bangunan huntara juga dinilai belum layak huni, dengan dinding yang mudah basah saat hujan dan atap yang bocor.
Kondisi Warga Korban Banjir
- Krisis air bersih sejak 25 Maret 2026
- Warga terpaksa mengambil air dari meunasah dan parit
- Kondisi huntara dinilai belum layak huni
- Dinding mudah basah dan atap bocor saat hujan
Desakan LSM Pukes
- Pemerintah dinilai lalai dalam memenuhi kebutuhan dasar korban
- Mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pembangunan huntara
- Pemenuhan hak-hak korban bencana harus menjadi prioritas pemerintah
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaHanya 604 ribu dari 5,7 juta Aceh tercover JKA","PublicImpact":85,"Credibility":80,"Urgency":80,"Evidence":70,"LongTermValue":85,"Education":80,"FinalScore":82,"Summary":"Hanya 604.446 jiwa dari 5,7万人
Dalam tekanan fiskal seberat itu, memilih siapa yang ditanggung dan siapa yang tidak adalah pilihan yang menyakitkan.
Warga Gampong Jawa Lama Terima Bantuan Baitul Mal Pasca Kebakaran 84 Rumah
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis melalui Keuchik Gampong Jawa Lama, Samsul, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak kebakaran
Warga Aceh Tamiang Gugat Pemerintah, Minta Status Bencana Nasional
Penggugat meminta hakim PTUN memerintahkan pemerintah segera menetapkan status bencana nasional atas bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera. MODUSACEH.CO, Jakarta | KORBAN banjir dan t
:Korban Kebakaran Pardede Lhokseumawe Harap Bantuan Pemerintah untuk Bangun Rumah
SIANG itu, Selasa, 5 Mei 2026, matahari berdiri tegak di atas Kota Lhokseumawe. Panas menggantung berat di udara. Jalanan dipenuhi lalu lalang...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.