Kembalikesehatan

Krisis Energi Kembali Dorong Ketergantungan Batu Bara di Aceh

Penulis

serambinews.com

Tanggal

25 Apr 2026

Krisis Energi Kembali Dorong Ketergantungan Batu Bara di Aceh

Krisis Energi Regional Kembali Dorong Ketergantungan Batu Bara

Krisis pasokan energi global mendorong negara-negara di kawasan ASEAN mengambil langkah cepat dengan kembali mengandalkan sumber energi dalam negeri, dari batu bara hingga bahan bakar nabati, sebagai respons terhadap melonjaknya harga minyak dunia dan risiko gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Meski langkah dianggap solusi jangka pendek untuk menjaga ketahanan energi, kebijakan serupa juga dipertimbangkan di berbagai wilayah demi menekan tarif listrik dan mengantisipasi krisis energi yang berkepanjangan.

Isu Kebijakan Energi di Wilayah Tropis

  • Sejumlah negara di Asia Tenggara mengaktifkan kembali pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) serta mempercepat program pencampuran bahan bakar minyak (BBM) dengan bioetanol maupun biodiesel.
  • Di Indonesia, pemerintah berencana meningkatkan produksi batu bara guna memanfaatkan lonjakan harga global sekaligus mendongkrak pendapatan negara.
  • Thailand akan menghidupkan kembali dua unit PLTU di Provinsi Lampang untuk menekan lonjakan tarif listrik.
  • Sementara itu, Vietnam menerapkan bensin E10—campuran 10 persen bioetanol—mulai 30 April 2026, lebih cepat dari jadwal semula.

Direktur dan Kepala Ekonom Asia Decoded, Priyanka Kishore, menilai peningkatan penggunaan batu bara merupakan langkah cepat namun tidak ideal dalam jangka panjang karena kurang ramah lingkungan.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.