Kembaliekonomi

Warga Aceh Tamiang Khawatir, Air Bersih Masih Terhambat Pasca Banjir

Penulis

serambinews.com

Tanggal

16 Mei 2026

Warga Aceh Tamiang Khawatir, Air Bersih Masih Terhambat Pasca Banjir

Lead Perumda Tirta Tamiang, perusahaan air bersih milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, menghadapi tekanan keuangan berat pasca banjir bandang yang mengguncang region akhir 2025 hingga awal 2026. Tagihan listrik yang belum terbayar telah menumpuk hingga Rp1,8 miliar, sementara gaji karyawan tidak dibayar karena pemasukan tidak mencukupi beban operasional.

Kondisi infrastruktur juga parah. Kerusakan pada alat water meter mencapai 24 ribu unit, memerlukan anggaran perbaikan sekitar Rp9 miliar. Akibatnya, layanan air bersih hanya mampu mencapai 65 persen dari kapasitas normal, dan tiap hari tim teknis harus mengeluarkan dana untuk memperbaiki pipa yang bocor karena aktivitas pengorekan drainase.

Kerugian Infrastruktur dan Keuangan Pasca Banjir

  • Tagihan listrik belum bayar: Rp1,8 miliar
  • Gaji karyawan tertunda sejak Desember 2025
  • Water meter rusak: 24 ribu unit, diperlukan Rp9 miliar untuk perbaikan
  • Layanan air hanya 65 persen dari kapasitas optimal
  • Pengeluaran listrik rata‑rata Rp400 juta per bulan
  • Pipa bocor terus terjadi karena kegiatan pengorekan drainase
  • Pemerintah daerah sedang koordinasi dengan PLN dan Kementerian untuk mencari solusi pemutihan hutang dan rehabilitasi jaringan

Berikut ini menunjukkan bahwa upaya pemulihan memerlukan kolusi antara pihak оператор, pemerintah, dan penyuplai listrik agar layanan air bersih dapat kembali normal dan tidak menambah beban ekonomi warga Aceh Tamiang.

Verifikasi Konten

Baca Artikel di Sumber Asli

Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.

Kunjungi Website

Diskusi Hangat

0 Kontribusi Komunitas

Suara Anda Sangat Berarti

Jadilah pionir dalam diskusi ini.