Banjir bandang yang melanda Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, beberapa bulan lalu meninggalkan dampak yang masih dirasakan hingga kini. Salah satu masalah paling mendesak adalah hancurnya jembatan penghubung di Pintu Rime, yang memaksa anak-anak sekolah untuk menyeberangi sungai berarus deras setiap hari. Kondisi ini tidak hanya mengancam keselamatan mereka, tetapi juga mencerminkan lambatnya respons pemerintah dalam menangani pascabencana.
Warga setempat, seperti Jamalul Hakim, mengungkapkan kekecewaan atas janji-janji yang belum terealisasi. Mereka hanya menginginkan jembatan sederhana agar anak-anak tidak harus mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan pendidikan. Situasi ini semakin memperlihatkan kesenjangan antara harapan masyarakat dan tindakan nyata dari pihak berwenang.
Dampak Langsung terhadap Masyarakat
- Anak-anak sekolah terpaksa menyeberangi sungai deras tanpa perlindungan, menghadapi risiko batu licin dan arus yang berbahaya.
- Keterlambatan penanganan oleh pemerintah dan perusahaan terkait menimbulkan kekecewaan dan ketidakpercayaan di kalangan warga.
- Kondisi infrastruktur yang rusak memperburuk akses pendidikan dan aktivitas sehari-hari masyarakat Pining.
Pertanyaan yang Muncul
- Sampai kapan warga Pining harus bertahan dalam situasi berisiko ini tanpa bantuan yang memadai?
- Apa langkah konkret yang akan diambil oleh pemerintah dan perusahaan untuk memperbaiki jembatan dan infrastruktur lainnya?
Kondisi ini bukan hanya tentang infrastruktur yang rusak, tetapi juga tentang kemanusiaan dan hak dasar masyarakat untuk hidup dengan aman dan layak. Warga Pining tidak menuntut lebih, mereka hanya berharap adanya tindakan nyata yang dapat mengakhiri penderitaan mereka.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null}? Wait need correct JSON. Use Title string. Provide Title as decided. Provide numeric scores. Provide Summary string. Provide Category string. Provide Publish true. Provide RejectReason null.
DPRA melalui Komisi VI menyatakan dukungan agar PORA XV tetap digelar sesuai jadwal pada November 2026 di Aceh Jaya.
Warga Lhang deuhrngang setelah polisi tangkap pengedar sabu di Aceh Barat Daya
“Saat ini pelaku beserta barang bukti sudah diamankan di Mapolres Abdya untuk dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tambah Hermansyah.
: Wali Kota Subulussalam menunggu SK, berharap SNT buka sekolah untuk Aceh Singkil
Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) segera dibangun di Desa Lae Saga, Kecamatan Longkib, Kota Subulussalam. Kehadiran sekolah ini diharapkan membuka
Warga Miskin Aceh Ditolak Berobat karena Data Desil Salah","PublicImpact":85,"Credibility":70,"Urgency":75,"Evidence":55,"LongTermValue":70,"Education":65,"FinalScore":75,"Summary":"Anggota DPRK Aceh┬
"Pembatasan berdasarkan desil yang awalnya bertujuan agar program ini tepat sasaran, kini menjadi permasalahan yang meluas.


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.