News
Jembatan Kuta Bak Drien Terhenti, Warga Aceh Barat Daya Kesulitan Akses Layanan
2 jam yang lalu
Pembangunan jembatan penghubung di Gampong Kuta Bak Drien, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), terhenti sejak tahun 2024. Hingga kini, jembatan tersebut hanya selesai pada bagian abutment (pangkal jembatan), meninggalkan warga dengan kesulitan akses ke layanan penting seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Keuchik Kuta Bak Drien, Zulkifli, menyatakan bahwa jembatan ini sangat mendesak untuk menyambungkan antar gampong. Tanpa jembatan, warga harus menempuh jalur alternatif sejauh dua kilometer, yang mengganggu aktivitas sehari-hari, termasuk distribusi hasil pertanian.
Dampak Terhadap Warga
- Akses layanan kesehatan dan pendidikan terhambat karena jarak tempuh yang lebih jauh.
- Biaya transportasi meningkat akibat jalur alternatif yang lebih panjang.
- Distribusi hasil pertanian terganggu, mempengaruhi perekonomian warga.
- Struktur jembatan yang ada dinilai terlalu tinggi, tidak sesuai dengan kondisi tempat tinggal warga.
Keuchik Zulkifli telah menyampaikan masalah ini kepada Bupati Abdya, Safaruddin, yang meminta permohonan resmi untuk diteruskan ke Pemerintah Provinsi Aceh. Warga berharap Pemprov Aceh segera mengalokasikan anggaran dan melanjutkan pembangunan jembatan agar tidak menjadi proyek mangkrak.
"Kami meminta adanya kejelasan terkait kelanjutan pembangunan agar tidak terus menjadi proyek mangkrak," ungkap Zulkifli. Warga berharap jembatan ini segera rampung untuk mempercepat mobilitas dan meningkatkan perekonomian desa, terutama di sektor perkebunan dan pertanian.
