News
Selisih Anggaran CSR PHE NSO di Aceh Utara Mencapai Rp1,2 Miliar, Warga Tertinggal?
1 hari yang lalu
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) di Aceh Utara menuai pertanyaan. Dari Rp1,6 miliar anggaran yang direncanakan, hanya Rp386 juta yang terealisasi, meninggalkan selisih Rp1,2 miliar. Data ini mengungkap ketimpangan dalam penyerapan dana, terutama pada program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Dari 11 program CSR yang dijalankan, beberapa di antaranya seperti peningkatan kualitas kesehatan balita di Muara Satu (anggaran Rp144 juta, realisasi Rp59,4 juta) dan penyediaan MCK dan sanitasi (anggaran Rp80,5 juta, realisasi Rp33 juta) menunjukkan kesenjangan yang mencolok. Sementara itu, program kajian seperti pemetaan sosial dan SROI hampir seluruhnya terserap dengan anggaran Rp193,2 juta.
Program CSR yang Terkendala
- Kesehatan Balita Muara Satu: Anggaran Rp144 juta, realisasi Rp59,4 juta
- MCK dan Sanitasi: Anggaran Rp80,5 juta, realisasi Rp33 juta
- Youth Entrepreneur School: Anggaran Rp80,5 juta, realisasi Rp30 juta
- Penghijauan Lhokseumawe & Aceh Utara: Anggaran Rp80,5 juta, realisasi Rp38,8 juta
- Penulisan Buku ISBN & Jurnal: Anggaran Rp32,2 juta, realisasi Rp3,5 juta
Pertanyaan yang Belum Terjawab
Perusahaan belum memberikan klarifikasi meski telah diajukan pertanyaan sejak 9 Maret 2026. Beberapa pertanyaan yang masih menggantung:
- Alasan selisih anggaran yang signifikan pada program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
- Mekanisme pelaporan CSR yang digunakan PHE NSO, mengingat perusahaan belum melaporkan melalui Forum TJSLP Lhokseumawe.
- Indikator keberhasilan program CSR dan penerima manfaatnya agar publik dapat menilai dampak secara transparan.
Ketidakpastian ini meninggalkan pertanyaan besar bagi masyarakat Aceh Utara, terutama mereka yang seharusnya menjadi penerima manfaat langsung dari program CSR tersebut.
