Timeline Aceh
serambinews.com
serambinews.com

Pemko Lhokseumawe Normalisasi Waduk Pusong untuk Cegah Banjir

2 jam yang lalu

Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) mulai melakukan normalisasi Waduk Pusong. Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi waduk sebagai penampung limbah rumah tangga dan mencegah banjir di pusat kota serta sekitarnya.

Waduk Pusong, yang juga merupakan destinasi wisata unggulan, mengalami pengendapan sedimen yang mencapai 1 sampai 1,3 meter di beberapa titik. Normalisasi dilakukan dengan dana Rp1 miliar dari Bantuan Presiden dan menggunakan alat berat seperti Excavator Amphibi dan Exavator Super Long Arm.

Proses Normalisasi

  • Luas waduk: 40 hektare, sehingga proses normalisasi tidak akan tuntas pada tahun ini.
  • Target normalisasi: Lokasi dengan sedimen 1 meter sampai 1,2 meter dan kawasan pinggiran.
  • Relokasi keramba: Pemilik keramba diminta memindahkan kerambanya ke lokasi relokasi di seberang waduk atau dekat muara Krueng Cunda.

Dampak dan Manfaat

  • Pencegahan banjir: Normalisasi waduk diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di pusat kota Lhokseumawe.
  • Peningkatan fungsi: Waduk akan lebih efektif sebagai penampung limbah rumah tangga dan destinasi wisata.
  • Kelestarian lingkungan: Proses normalisasi akan membantu menjaga kualitas air dan ekosistem waduk.
Pemko Lhokseumawe Normalisasi Waduk Pusong untuk Cegah Banjir