Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR) mulai melakukan normalisasi Waduk Pusong. Langkah ini bertujuan untuk memaksimalkan fungsi waduk sebagai penampung limbah rumah tangga dan mencegah banjir di pusat kota serta sekitarnya.
Waduk Pusong, yang juga merupakan destinasi wisata unggulan, mengalami pengendapan sedimen yang mencapai 1 sampai 1,3 meter di beberapa titik. Normalisasi dilakukan dengan dana Rp1 miliar dari Bantuan Presiden dan menggunakan alat berat seperti Excavator Amphibi dan Exavator Super Long Arm.
Proses Normalisasi
- Luas waduk: 40 hektare, sehingga proses normalisasi tidak akan tuntas pada tahun ini.
- Target normalisasi: Lokasi dengan sedimen 1 meter sampai 1,2 meter dan kawasan pinggiran.
- Relokasi keramba: Pemilik keramba diminta memindahkan kerambanya ke lokasi relokasi di seberang waduk atau dekat muara Krueng Cunda.
Dampak dan Manfaat
- Pencegahan banjir: Normalisasi waduk diharapkan dapat mengurangi risiko banjir di pusat kota Lhokseumawe.
- Peningkatan fungsi: Waduk akan lebih efektif sebagai penampung limbah rumah tangga dan destinasi wisata.
- Kelestarian lingkungan: Proses normalisasi akan membantu menjaga kualitas air dan ekosistem waduk.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua Berita:null] Actually Title string. Provide Title. Let's compute final score maybe 76. Use integer? Probably number. We'll put 76. Now produce JSON. Ensure valid JSON. Use double quotes. Provide ArticleMark
"Semoga ada yang membantu untuk tas sekolah dan peralatan tulis bagi anak-anak korban kebakaran," katanya.
Amdal PT Juya Aceh Mining Akhirnya Dibuka, DLHK Serahkan Dokumen ke P2LH
BANDA ACEH - Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) milik PT Juya Aceh Mining yang sebelumnya tidak tersedia untuk publik, akhirnya...
20.293 Rumah Terdampak Banjir Pidie Jaya Perlu Perpanjangan Transisi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Provinsi Aceh, memperpanjang masa transisi penanganan dan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sebagian wilayah kabupaten tersebut.K
: Warga Beutong Ateuh menolak tambang, takut bencana ulang di Aceh
ABDYA - Menjelang siang, udara di Beutong Ateuh Banggalang terasa lebih berat dari biasanya. Di atas jembatan penyeberangan yang menjadi nadi...


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.