Mayoritas pengungsi banjir di Dusun Kareueng, Gampong Buket Linteung, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, mulai meninggalkan tenda darurat dan menempati hunian sementara (huntara). Dari total 117 kepala keluarga (KK), 97 KK telah pindah ke huntara, sementara 20 KK masih bertahan di tenda menunggu pembangunan selesai.
Kepala Dusun Kareueng, Muslem, menyatakan pembangunan huntara masih dikebut agar seluruh pengungsi dapat segera menempati hunian yang lebih layak. Kondisi air bersih kini lebih baik dibandingkan awal pengungsian, seiring dengan sebagian besar warga yang telah menempati huntara.
Kondisi Pengungsi Saat Ini
- 97 KK telah menempati huntara
- 20 KK masih di tenda, menunggu pembangunan huntara selesai
- Pembangunan huntara diperkirakan selesai dalam dua hari
- Kondisi air bersih sudah lebih baik
Harapan dan Bantuan
Muslem berharap pembangunan hunian tetap bagi korban banjir segera direalisasikan. Ia juga mengajak para donatur untuk membantu warga terdampak, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Baca Artikel di Sumber Asli
Dapatkan informasi lengkap dari kanal terpercaya.
Populer Pekan Ini
Semua BeritaWarga Lhokseumawe Hadapi 580 ODGJ, Layanan Kesehatan Masih Terbatas
LHOKSEUMAWE - Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe mencatat sebanyak 580 Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) tersebar di tujuh puskesmas di wilayah...
Petani Aceh Harap Lahan Sawah Kembali Produktif Setelah Dana Rp 380 M
Pemerintah Aceh saat ini fokus mempercepat seluruh tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga konstruksi dan pengolahan lahan
Warga Jamat Aceh Tengah Merasakan Kebebasan Kembali lewat Jembatan Bailey
ACEH TENGAH - Suara gemuruh air Sungai Kala Ili masih terdengar deras, seperti mengingatkan pada hari ketika segalanya berubah. Pagi itu, 26 November...
: PNS Pidie, Aceh Menang Gugatan Gaji 5 Tahun, Masih Menunggu Pembayaran
kemenangan ini bukan sekadar putusan hukum, tetapi juga cerminan keteguhan para PNS dalam memperjuangkan hak mereka sebagai warga negara


Diskusi Hangat
0 Kontribusi Komunitas
Suara Anda Sangat Berarti
Jadilah pionir dalam diskusi ini.